Korea Utara Bersiap Kedatangan Inspektur Internasional ke Situs Nuklir

Kompas.com - 31/10/2018, 13:42 WIB
Situs nuklir milik Korea Utara Punggye-ri ketika dipotret pada Rabu (23/5/2018). via Sky NewsSitus nuklir milik Korea Utara Punggye-ri ketika dipotret pada Rabu (23/5/2018).

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara disebut sedang mempersiapkan kemungkinan kunjungan dari inspektur internasional untuk memverifikasi penutupan situs uji coba nuklir Punggye-ri.

Pernyataan itu disampaikan oleh agen mata-mata Korea Selatan dalam audit parlemen, Rabu (31/10/2018), seperti diwartakan oleh kantor berita Yonhap.

Dalam sesi tertutup, National Intelligence Service (NIS) memaparkan laporan kepada parlemen tentang pemantauan secara dekat pergerakan Korea Utara.

Baca juga: Pengusaha Singapura Bantah Berdagang dengan Korea Utara

"Berbagai petunjuk mendeteksi, Korea Utara sedang melakukan persiapan dan aktivitas terkait intelijen atas kemungkinan kunjungan dari pakar luar," demikian pernyataan NIS, yang diutarakan oleh Kim Min-ki, perwakilan partai berkuasa Korsel.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menyatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjanji akan menerima kunjungan inspektur asing ke situs Punggye-ri.

Pada Mei lalu, Korea Utara menghancurkan situs uji coba nuklirnya di depan jurnalis asing. Meski demikian, tidak nampak kehadiran pakar nuklir internasional dalam kegiatan tersebut.

Dalam penghancuran situs nuklir Punggye-ri, penyiar Sky News Tom Cheshire melaporkan serangkaian ledakan di lokasi tersebut.

Saat itu, wakil direktur Institute Senjata Nuklir Korea Utara mengatakan, penghancuran fasilitas dilakukan dengan tingkat transparasi tinggi.

Transparasi disebut sebagai upaya untuk membawa perdamaian dan stabilitas ke semenanjung Korea dan dunia.

"Dihentikannya uji coba nuklir merupakan proses penting untuk menuju perlucutan senjata," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu.

"Kami akan terus bergandengan tangan dengan semua orang yang cinta damai dalam membangun perdamaian dunia," imbuhnya.

Baca juga: Korea Utara Disebut Impor Barang Mewah Senilai Rp 9 Triliun dari China

Kim Jong Un juga sepakat untuk menutup secara permanen situs uji coba misil Dongchang-ri saat bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada September lalu.

Terkait fasilitas nuklir lainnya, intelijen Korea Selatan tidak mendeteksi adanya perubahan di kompleks nuklir dan rudal Yongbyon.

Namun, NIS menemukan indikasi Korea Utara terus terlibat dalam serangan peretasan untuk mencuri informasi dan uang, membobol akun e-mail serta menambang mata uang virtual untuk mendapatkan mata uang asing.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X