Kompas.com - 31/10/2018, 09:10 WIB
Seorang pria tampak membuang air banjir yang masuk dengan menggunakan ember di Venesia, Italia, Senin (29/10/2018). (AFP/Miguel Medina) Seorang pria tampak membuang air banjir yang masuk dengan menggunakan ember di Venesia, Italia, Senin (29/10/2018). (AFP/Miguel Medina)

VENESIA, KOMPAS.com - Total kematian akibat badai dahsyat yang menerjang Italia menjadi 11 orang pada Selasa (30/10/2018), sementara cuaca buruk melanda Eropa hingga membuat pengendara dan turis terjebak.

"Kami menghadapi salah satu situasi meteorologi paling kompleks dari 50 hingga 60 tahun terakhir," kata Angelo Borrelli, kepala badan perlindungan sipil nasional, seperti diwartakan AFP.

Otoritas melaporkan, perempuan tewas karena rumahnya dilanda longsor di Tretino, sementara seorang pria tewas di Veneto akibat tertimpa pohon jatuh.

Baca juga: Perhiasan Milik Kerajaan Qatar Dicuri saat Dipamerkan di Venesia

Di tempat lain, seorang pria tewas ketika selancar lain pada Senin lalu di dekat kota Cattolica di pantai Adriatik, sementara mayat pria lain ditemukan di Danau Levico.

Seorang pria juga hilang di laut lepas Calabria di barat daya, sementara mayat yang lain ditemukan di sungai di Italia utara.

Sementara itu, Venesia terrendam banjir yang mencapai hampir rekor tertinggi, sedangkan badai membawa angin kencang hingga 180 km/jam.

Melansir CNN, air di kota yang terkenal dengan kanal dan gondolanya itu meningkat 160 cm di atas permukaan laut akibat air pasang, yang berarti 77 persen kota terendam dengan air.

Tinggi air itu disebut sebagai yang tertinggi sejak Desember 1979. Level air tertinggi yang pernah tercatat terjadi pada November 1966 dengan 194 cm.

Turis dan penduduk berjalan dengan susah payah melewati air yang hampir setinggi pinggang, sementara toko-toko dan restoran dihiai dengan pengalang untuk menahan gelombang pasang.

Baca juga: Insiden Salah Belok, Para Pelari Unggulan Gagal Juarai Maraton Venesia

Pemilik toko juga terlihat menggunakan ember untuk membuang air dari tempat mereka. Hamparan luas Basilika Santo Markus berubah menjadi danau.

Media Italia melaporkan bahwa sekitar 170 orang, wisatawan dan staf hotel, terdampar oleh hujan salju lebat di Stelvio Pass di perbatasan Swiss.

Sementara itu di Friuli Venezia Giulia, pemerintah setempat mengatakan sekitar 23.000 orang mengalami pemadaman listrik.



Sumber CNN,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X