Cegah Karavan Migran, AS Kerahkan 5.200 Pasukan di Perbatasan Meksiko

Kompas.com - 30/10/2018, 09:19 WIB
Warga dari Honduras tergabung dalam Karavan migran menuju ke Amerika Serikat sedang beristirahat di Huixtla, negara bagian Chiapas, Meksiko, Senin (22/10/2018). (AFP/Johan Ordonez) Warga dari Honduras tergabung dalam Karavan migran menuju ke Amerika Serikat sedang beristirahat di Huixtla, negara bagian Chiapas, Meksiko, Senin (22/10/2018). (AFP/Johan Ordonez)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat alias Pentagon mengerahkan 5.200 pasukan untuk menjaga perbatasan AS- Meksiko.

Langkah itu diambil untuk mencegah kedatangan karavan migran dari Amerika Tengah, yang berupaya masuk ke AS secara ilegal.

Diwartakan AFP, Senin (29/10/2018), Komisioner Bea Cukai dan Perbatasan AS Kevin McAleenan, otoritas melacak kelompok migran sekitar 3.500 orang berjalan dari utara melalui area Chiapas-Oaxaca di Mexico bagian barat.

Baca juga: Ancaman Trump Ketika Karavan Migran Honduras Kini Menuju AS


Sementara, ada kelompok lain yang terdiri dari 3.000 orang yang berkumpul di perbatasan antara Guatemala dan Meksiko.

Meski AS mengungkap pengerahan militer, migran masih mencoba menyeberangi Sungai Suchiate dari Guatemala menuju Meksiko dengan menggunakan rakit yang terbuat dari ban truk.

Mereka juga membuat rantai manusia untuk mencegah hanyut, sedangkan yang lain memilih berenang. Meksiko menolak untuk membuka jembatan perbatasan.

"Agen perbatasan selama tiga pekan terakhir menangkap sekitar 1.900 orang per hari karena menyeberang secara ilegal." kata Mc Aleenan.

"Lebih dari setengah yang datang terdiri dari keluarga dan anak-anak tanpa didampingi, menempatkan diri mereka ke tangan penyelundup manusia dengan membayar 7.000 dollar untuk melakukan perjalanan itu," imbuhnya.

Melansir ABC News, Jenderal Terrence O'Shaughnessy, komandn Northern Command AS, mengatakan 5.200 pasukan yang dikerahkan baru awal dari operasi dan bisa ditambah sesuai dengan kebutuhan.

Unit helikopter juga akan diterjunkan untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan menempatkan personel yang dibutuhkan.

Baca juga: Sulit Dapat Pekerjaan di Peru, Puluhan Migran Venezuela Memilih Pulang

Sebelumnya, Trump menjadikan karavan migran dan imigrasi sebagai isu utama dalam pemilihan umum paruh waktu.

"Banyak anggota geng dan orang jahat di karavan migran, yang menuju ke perbatasa bagian selatan," kicau Trump.

"Mohon kembali, kalian tidak akan diterima di Amerika Serikat kecuali melalui proses legal. Ini adalah invasi terhadap negara kami dan militer kami menunggu kalian," imbunnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP,ABC News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X