Kompas.com - 29/10/2018, 13:40 WIB

SPRINGFIELD, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan membuat kesalahan ketika berpidato di Illinois.

Trump melontarkan klaim tentang Bursa Efek New York (NYSE) yang dibuka pasca-terjadinya tragedi 11 September 2001, lebih dikenal dengan 9/11.

Diwartakan CNN Minggu (28/10/2018), Trump menyampaikannya setelah insiden penembakan di sinagoge Tree of Life, Pittsburgh, Sabtu (27/10/2018).

Baca juga: Sinagoge di AS Diserang Penembak, 11 Orang Tewas

Presiden 72 tahun itu menjelaskan, awalnya dia sempat berniat membatalkan pidato di konvensi pertanian Indianapolis, India, saat penembakan terjadi.

Trump melanjutkan, dia tidak jadi membatalkan acara karena dia menganggap keputusan itu bakal menjadi kemenangan bagi sang pelaku.

Dia mencontohkan keputusannya dengan Richard Grasso, mantan Chairman sekaligus Chief Executive NYSE periode 1995 hingga 2003.

Saat itu, beber Trump, Grasso membuka bursa efek sehari setelah peristiwa yang menewaskan 2.996 orang, termasuk 19 pelaku tersebut.

"Kalian tentu tidak akan percaya. Namun dia membuka bursa efek tersebut," kata presiden ke-45 dalam sejarah Negeri "Paman Sam" tersebut.

Dia membeberkan, jika dia mengubah jadwal karena penembakan di sinagoge Pittsburgh, maka pelakunya bakal mendapat tempat.

"Saya tak bisa membiarkannya terjadi. Jika kami melakukan perubahan karena perbuatan pelaku penembakan, itu tak bisa diterima," papar Trump.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.