Kompas.com - 29/10/2018, 09:12 WIB

Namun, dia secara terbuka menyampaikan kekagumannya atas kediktatoran militer brutal di Brasil yang berkuasa pada 1964 hingga 1985.

Meski banyak orang tak sepakat dengan dukungannya tersebut, Bolsonaro berhasil memanfaatkan kekesalan kelompok anti-kemapanan.

"Semua orang di sini marah, marah tentang korupsi dan kejahatan, dan kami bersama Bolsonaro. Orang-orang telah berbicara," kata seorang pendukung, Andere Luiz Lobo.

"Untuk pertama kalinya saya merasa terwakili," imbuhnya.

Baca juga: Museum Nasional Brasil yang Berusia 200 Tahun Dilalap Api

BBC mencatat, kemenangan Bolsonaro menandai pergantian demokrasi di negara terbesar di Amerika Latin, yang selama ini dikuasai oleh sayap kiri Partai Buruh selama 13 tahun.

Selama dua tahun terakhir, negara dipimpin oleh seorang konservatif, Michel Temel, menyusul dimakzulkannya Presiden Dilma Roussef.

Tapi Temer terbukti tidak begitu populer di kalangan rakyat Brasil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.