Presiden Perancis Kritik Keputusan Belgia Beli F-35 dari AS

Kompas.com - 26/10/2018, 22:26 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron membahas konferensi pers, usai pidatonya sebelum sesi ke-73 Majelis Umum di PBB, pada Selasa (25/9/2018) di New York, Amerika Serikat. (AFP/Ludovic Marin) Presiden Perancis Emmanuel Macron membahas konferensi pers, usai pidatonya sebelum sesi ke-73 Majelis Umum di PBB, pada Selasa (25/9/2018) di New York, Amerika Serikat. (AFP/Ludovic Marin)

PARIS, KOMPAS.com - Keputusan pemerintah Belgia membeli jet tempur F-35 buatan AS untuk menggantikan pesawat F-16 yang telah usang, mendapat kritikan dari negara Eropa lainnya.

Kritikan tersebut datang dari Presiden Perancis Emmanuel Macron, pada Jumat (26/10/2018), yang menyebut keputusan Belgia yang lebih memilih F-35 daripada jet Eurofighter Typhoon telah bertentangan dengan kepentingan Eropa.

"Keputusan itu terkait dengan prosedur Belgia dan kendala politik negara itu, tetapi secara strategis itu bertentangan dengan kepentingan Eropa," kata Macron.

"Eropa tidak akan kuat kecuali benar-benar berdaulat dan tahu bagaimana melindungi diri mereka sendiri. Eropa butuh mengembangkan kapasitas pertahanan mereka yang asli."


"Saya akan melakukan segala cara yang memungkinkan untuk mempromosikan penawaran Eropa dalam kontrak di masa depan," tambahnya dilansir AFP.

Baca juga: Belgia Putuskan Beli F-35 dari AS Senilai Rp 62 Triliun

Kritikan juga mengatakan, bahwa keputusan membeli jet tempur F-35 akan membawa Belgia bergantung pada Lockheed Martin, selaku produsen jet siluman itu, dalam pemeliharaan dan sistem operasionalnya yang dikendalikan AS.

Sebelumnya disampaikan Perdana Menteri Charler Michel, pada Kamis (25/10/2018), Belgia telah memutuskan membeli F-35 dan bahwa proses penawaran telah dimulai sejak Maret 2017 lalu.

Saat itu, Belgia mengajukan penawaran kepada AS untuk membeli 34 unit jet tempur F-35 dengan harga sekitar 4,1 miliar dolar AS (sekitar Rp 62 triliun).

Diakui Michel, keputusan membeli F-35 didasari penawaran harga yang lebih baik untuk kekuatan pendanaan Belgia dan yang terbaik memungkinkannya memenuhi komitmen NATO.

Michel mengatakan, negaranya akan membeli peralatan dari pemasok AS dan juga Eropa.

Pada Jumat, kementerian pertahanan Perancis mengumumkan bahwa Belgia telah mengkonfirmasi pesanan untuk 442 kendaraan lapis baja Griffon dan Jaguar senilai 1,5 miliar euro (sekitar Rp 25,9 triliun).

Baca juga: Macron Ingatkan Trump Pentingnya Kesepakatan Senjata Nuklir dengan Rusia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X