Dianggap Terlalu Tua, Pelaku Pemerkosaan Anak Ini Tak Dipenjara

Kompas.com - 26/10/2018, 20:14 WIB
John Joe Kiernan, pelaku pemerkosaan terhadap adik perempuannya dan melecehkan adik laki-lakinya antara 1958-1964. Collins Court via Daily MirrorJohn Joe Kiernan, pelaku pemerkosaan terhadap adik perempuannya dan melecehkan adik laki-lakinya antara 1958-1964.

DUBLIN, KOMPAS.com - Seorang pria yang telah memperkosa dua adiknya dilaporkan tidak menjalani hukuman penjara dikarenakan umurnya dianggap terlalu tua.

John Joe Kiernan berusia sekitar 20 tahun ketika memperkosa adik perempuannya dan melecehkan adik prianya antara 1958-1964 silam.

Baca juga: Pakistan Hukum Mati Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Bocah 6 Tahun

Diwartakan Daily Mirror Jumat (26/10/2018), semua perbuatan Kiernan dilakukan di dekat rumah keluarganya di Arva, County Cavan.

Pria yang kini berusia 86 tahun itu ditangkap setelah adik-adiknya, kini berumur 60-an, melaporkannya ke aparat penegak hukum tahun lalu.

Detektif Sersan Sharon Walsh berkata, Kiernan berulang kali melecehkan adik-adiknya di berbagai kesempatan. Antara lain saat pergi memancing.

Adik Kiernan yang perempuan bersaksi di pengadilan, pernah suatu ketika ayah mereka meminta Kiernan membawanya masuk rumah karena udara yang sangat dingin.

Kiernan memberinya semacam wiski, dan memperkosanya saat masuk. Aksi itu diketahui ibunya yang langsung memukuli Kiernan.

Mereka pergi ke kebun belakang. Di sana, adik perempuan Kiernan mengaku dia diancam untuk tak menceritakan perbuatannya.

"Jika tidak, saya bakal membunuhmu dan menguburkanmu di tempat ini," ancam Kiernan seperti ditirukan adiknya tersebut.

Kepada Hakim Michael White, Kiernan mengaku enam dakwaan telah melakukan pelecehan seksual terhadap adik laki-lakinya antara 1958-1963.

Dia juga mengaku bersalah atas lima dakwaan telah memperkosa adiknya antara 1959-1964. White menuturkan, Kiernan pasti telah dipenjara.

Namun, dia memutuskan untuk tak memberikan hukuman kurungan badan selain sudah tua, Kiernan diketahui menderita sejumlah penyakit.

Selain menderita penyakit di bagian liver, Walsh menjelaskan dia memiliki penyakit paru-paru yang kronis dan juga diabetes.

Sebelumnya, Kiernan pernah dipenjara selama lima tahun di 2005 setelah menyerang tiga anak laki-laki dan satu gadis cilik antara 1963-1973.

Baca juga: Mahasiswi Yogyakarta Asal Blora Diperkosa Sopir Travel

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump di Senat AS Dibuka dengan Perdebatan Sengit

Sidang Pemakzulan Trump di Senat AS Dibuka dengan Perdebatan Sengit

Internasional
Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

Internasional
Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Internasional
Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Internasional
Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Internasional
Berjuluk 'Profesor', Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Berjuluk "Profesor", Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Internasional
Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Internasional
Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Internasional
Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Internasional
Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Internasional
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Internasional
Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Internasional
Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X