Pengusaha Singapura Bantah Berdagang dengan Korea Utara

Kompas.com - 26/10/2018, 13:01 WIB
Tan Wee Beng. BBCTan Wee Beng.
|

SINGAPURA, KOMPAS.com - Seorang pengusaha Singapura yang dicari FBI karena dituduh membantu Korea Utara menghindari sanksi Amerika Serikat, membantah semua tuduhan itu.

Kepada BBC, Tan Wee Beng mengatakan, dia mengetahui menjadi tertuduh perbuatan kriminal dari pemberitaan media massa.

"Tak ada yang menghubungi saya. FBI tidak menghubungi saya, begitu pula kepolisian Singapura," ujar Tan.

Baca juga: Jual Barang Mewah dan Bermerek ke Korea Utara, Dua Pria Diadili di Singapura

Jaksa Federal AS Geoffrey Barman, Kamis (25/10/2018) mengatakan Tan wee Beng adalah buronan aparat keamanan Amerika Serikat.

Sedagkan Asisten Direktur FBI William Sweeney mengatakan, pengusaha Singapura itu melakukan transaksi ilegal bernilai jutaan dolar.

"Transaksi ini dilakukan untuk membantu Korea Utara melawan sanksi ekonomi yang sudah diterapkan terhadap negeri itu dan entitas negara tersebut," ujar Sweeney.

Kementerian Keuangan AS kini menjatuhkan sanksi terhadap Tan dan dua perusahaan yang terkait dengan dirinya yaitu Wee Tiong Pte Ltd dn WT Marine Pte Ltd.

"Tan adalah pebisnis yang selama beberapa tahun memiliki kontrak jutaan dolar AS untuk Korea Utara," demikian Kemenkeu AS.

Surat penahanan terhadap Tan terbit pada 29 Agustus tetapi baru diumumkan Kementerian Kehakiman AS pada Kamis.

Tan didakwa melakukan konspirasi untuk melawan sanksi AS, penipuan bank, dan pencucian uang.

"Saya baru mengetahuinya hari ini dan saya sangat terkejut," ujar pria 41 tahun itu kepada BBC lewat telepon pada Jumat (26/10/2018) pagi.

"Kami adalah perusahaan dagang internasional dan bukan pencuci uang," ujar Tan sambil menambahkan dia sudah menunjuk kuasa hukum.

Baca juga: Korea Utara Disebut Impor Barang Mewah Senilai Rp 9 Triliun dari China

Tan juga mempermasalahkan klaim FBI yang menyebut dirinya menjadi buronan, karena selama ini dia berada di Singapura.

AS dan Singapura memiliki perjanjian ekstradisi tetapi hanya mencakup masalah tertentu dan tidak termasuk kasus pencucian uang.



Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X