Lukisan Hasil Program Kecerdasan Buatan Terjual Rp 6,5 Miliar

Kompas.com - 26/10/2018, 12:30 WIB
Seorang perempuan melihat lukisan yang dibuat oleh suatu algoritma kecerdasan buatan, berjudul Portrait of Edmond de Belamy, di Christies di New York, Amerika Serikat. (AFP/Timothy A Clary) Seorang perempuan melihat lukisan yang dibuat oleh suatu algoritma kecerdasan buatan, berjudul Portrait of Edmond de Belamy, di Christies di New York, Amerika Serikat. (AFP/Timothy A Clary)

NEW YORK, KOMPAS.com - Lukisan yang dibuat berdasarkan alogaritma berhasil melampaui batas dengan terjual 432.500 dollar AS atau Rp 6,5 miliar di balai lelang Christie, New York, Amerika Serikat.

Lukisan potret itu menjadi karya seni lukis pertama yang dihasilkan oleh Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan.

Diwartakan AFP, Kamis (25/10/2018), lukisan berjudul Edmond de Belamy tersebut memperlihatkan potret seorang pria berpakaian hitam.

Baca juga: 5 Hal Mengejutkan yang Tak Disangka Bisa Dilakukan Kecerdasan Buatan

Lukisan dibingkai dengan warna emas, sesuatu yang biasa menjadi standar dari abad 18 atau 19.

Namun jika dilihat dari dekat, gambar nampak lebih menarik. Wajahnya memang kabur dan lukisannya seakan belum selesai. Pada bagian kanan bawah, terdapat cap rumus matematika.

Lukisan ini digagas oleh kolektif Perancis, Obvious, yang bertujuan untuk menggunakan kecerdasan buatan dalam membuat karya seni.

Untuk membuat lukisan itu, seniman Pierre Fautrel memasukkan data 15.000 potret klasik melalui perangkat lunak komputer.

Setelah perangkat lunak memahami aturan potret, algoritma baru yang dikembangkan oleh peneliti Google Ian Goodfellow, menghasilkan serangkaian gambar baru dengan sendirinya.

Awalnya, lukisan diperkirakan hanya akan terjual seharga 7.000 dollar AS hingga 10.000 dollar AS atau maksimal sekitar Rp 152 juta.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Pablo Picasso, Pelukis Revolusioner

Kini, pertanyaannya adalah, apakah itu termasuk seni? Fautrel menjawabnya dengan tegas bahwa lukisan tersebut merupakan karya seni.

"Bahkan jika algoritma itu menciptakan gambar," katanya.

"Lami adalah orang-orang yang memutuskan untuk melakukan ini, yang memutuskan untuk mencetaknya di kanvas, menandatanganinya dengan rumus matematika, menaruhnya dalam bingkai emas," imbuhnya.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X