Bertemu Nadia Murad, Macron Janji Terima 100 Perempuan Yazidi Korban ISIS

Kompas.com - 26/10/2018, 09:23 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron (kiri) berbicara dengan Peraih Nobel Perdamaian 2018 Nadia Murad Basee Taha (kanan), selama pertemuan di istana Elysee di Paris,Kamis (25/10/2018). (AFP/POOL/Etienne Laurent) Presiden Perancis Emmanuel Macron (kiri) berbicara dengan Peraih Nobel Perdamaian 2018 Nadia Murad Basee Taha (kanan), selama pertemuan di istana Elysee di Paris,Kamis (25/10/2018). (AFP/POOL/Etienne Laurent)

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron berjanji untuk menerima 100 perempuan Yazidi, yang menjadi korban serangan Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS).

Sebanyak 20 perempuan Yazidi yang kini berada di Irak Kurdistan tanpa akses perawatan akan dibawa ke Perancis pada akhir tahun ini, sementara sisanya pada 2019.

Melansir AFP, Macron menawarkan suaka tersebut setelah bertemu dengan peraih Nobel Perdamaian Nadia Murad di Paris.

Baca juga: Nadia Murad, Bekas Budak Seks ISIS yang Raih Nobel Perdamaian

Murad merupakan satu dari ribuan perempuan Yazidi yang ditangkap ISIS, sebelum mereka diusir dari Sinjar dan bagian lain di Irak.

Di Paris, dia memaparkan laporan Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia (FIDH) tentang kebrutalan yang dialami perempuan Yazidi selama pengepungan ISIS.

Sementara itu, Macron mengaku siap memberikan dukungan pendanaan bagi wilayah Sinjar untuk membangun rumah sakit dan sekolah.

Dengan begitu, ada harapan bagi etnis Yazidi untuk kembali ke wilayah mereka.

Seperti diketahui, Murad menyerukan kampanye untuk mengakhiri kekerasan seksual sebagai senjata perang.

Dia pernah ditawan sebagai budak seks ISIS, namun berhasil melarikan diri. Sementara, perempuan dan pria yang lebih tua menghadapi eksekusi selama serangan ISIS terhadap Yazidi.

Baca juga: Nadia Murad, Wanita Korban Teroris ISIS Siapkan Sebuah Buku

"Bagi saya, keadilan bukan berarti membunuh semua anggota ISIS yang melakukan kejahatan kepada kami," ucapnya

Lebih dari 6.800 orang Yazidi diculik sejak 2014, dengan 4.300 orang berhasil melarikan diri atau dibeli sebagai budak, dan 2.500 lainnya masih hilang.

Federasi itu menyerukan agar pemerintah mendorong warganya yang berjuang untuk menangani masalah genosida dan kejahatan terhadap manusia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X