AS Tak Bakal Sanksi India karena Beli Rudal S-400 Rusia, Ini Syaratnya

Kompas.com - 25/10/2018, 19:23 WIB
Sistem pertahanan anti-serangan udara bikinan Rusia, S-400. Sputnik/Alexey MalgavkoSistem pertahanan anti-serangan udara bikinan Rusia, S-400.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat ( AS) dilaporkan tak bakal menjatuhkan sanksi kepada India karena membeli sistem rudal S-400 dari Rusia.

Meski begitu, Indian Express mengutip pejabat AS melaporkan, tetap ada syarat yang harus dipenuhi oleh pemerintah India.

Diwartakan Russian Today Kamis (25/10/2018), Washington telah memberi tahu India agar bersedia membeli jet tempur F-16 mereka.

Baca juga: India Beli Sistem Rudal S-400 Rusia, Trump Bakal Ambil Tindakan

Angkatan Udara India dilaporkan telah melayangkan permintaan informasi (RFI) untuk membeli 114 jet tempur, dengan F-16 dan F-18 dipertimbangkan.

Dalam dokumen yang telah diserahkan, militer India menolak memberikan garansi bahwa mereka bakal membeli jet tempur yang terbang perdana pada Februari 1974 itu.

Pasalnya, F-16 telah digunakan oleh rival utama mereka, Pakistan. Selain itu, jet tempur tersebut dianggap tak cocok dengan Brahmos.

Brahmos merupakan rudal penjelajah supersonik dengan kecepatan hingga 3.700 km per jam yang dikembangkan bersama antara Rusia dan India.

Pejabat anonim Kementerian Pertahanan AS berkata, Presiden Donald Trump membutuhkan kesepakatan dari India agar tak menjatuhkan sanksi.

"Menghindari sanksi AS merupakan langkah yang dibutuhkan suatu negara. Karena itu, ketergantungan mereka akan senjata Rusia harus dikurangi," ujar pejabat tersebut.

Sebelumnya pada Oktober lalu, Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan kontrak pembelian lima unit S-400 senilai 5.43 miliar dollar AS, atau Rp 82,4 triliun.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X