Putin: Rusia Bakal Serang Setiap Negara yang Luncurkan Rudal untuk AS

Kompas.com - 25/10/2018, 14:14 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin. AFP / SERGEI CHIRIKOV / POOLPresiden Rusia Vladimir Putin.

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan peringatan keras kepada negara-negara sekutu Amerika di Eropa jika mereka setuju menampung dan meluncurkan rudal jarak menengah untuk AS.

Peringatan itu datang beberapa hari setelah Presiden Donald Trump yang mengumumkan akan menarik diri dari Perjanjian Senjata Nuklir Jarak Menengah (INF).

"Jika (rudal jarak menengah) mereka ditempatkan di Eropa, maka kami secara alami harus memberi tanggapan yang semestinya," kata Putin dalam konferensi pers, Rabu (24/10/2018).

"Negara-negara Eropa yang setuju akan hal (penempatan dan peluncuran rudal jarak menengah) itu seharusnya memahami bahwa mereka akan mengekspos wilayah mereka terhadap ancaman serangan balasan. Ini adalah hal yang jelas," tambahnya.

Baca juga: Rusia: Jika Perang Nuklir, Semua Orang Bakal ke Surga atau Neraka

Perjanjian INF yang ditandatangani oleh Presiden Ronald Reagan dan Pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev pada 1987 bertujuan untuk menurunkan ketegangan pada masa Perang Dingin dengan melarang persenjataan nuklir yang mampu menempuh jarak 500 hingga 5.500 kilometer.

Putin khawatir rencana penarikan diri AS dari perjanjian tersebut akan membawa hubungan kedua negara kembali ke masa beberapa dekade lalu.

"Saya tidak mengerti kenapa kita harus menempatkan Eropa ke dalam bahaya besar seperti itu."

"Saya tidak melihat adanya alasan untuk itu. Saya ingin mengulangi bahwa itu tidak termasuk dalam pilihan kami. Kami sama sekali tidak menginginkannya," ujar Putin dilansir New York Post.

Trump menyebut rencana mundur dari perjanjian INF setelah menuduh Rusia yang dianggap telah melanggar perjanjian selama bertahun-tahun.

Para pejabat NATO turut menyalahkan Rusia atas pilihan yang diambil AS dan mengatakan bahwa Rusia telah mengembangkan senjata baru yang melanggar perjanjian.

Namun demikian, pejabat NATO tidak menyangka jika Trump menanggapinya denga berencana menambah lebih banyak nuklir di Eropa.

"Kami tidak menyangka akan hal itu," kata Sekjen NATO Jens Stoltenberg, pada Rabu (24/10/2018).

AS juga menekankan tidak adanya China dalam perjanjian tersebut yang menyebabkan negara itu kini menjadi salah satu negara yang memiliki kekuatan nuklir terbesar di dunia.

Baca juga: Trump: AS Akan Bangun Senjata Nuklir untuk Tekan Rusia dan China



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X