Penyelidik PBB Sebut Genosida terhadap Rohingya Masih Berlangsung

Kompas.com - 25/10/2018, 13:44 WIB
Pengungsi Rohingya menanti pembagian bantuan makanan di kamp pengungsian di distrik Ukhia, Bangladesh. Munir Uz Zaman / AFPPengungsi Rohingya menanti pembagian bantuan makanan di kamp pengungsian di distrik Ukhia, Bangladesh.

NEW YORK, KOMPAS.com - Ketua Misi Pencari Fakta PBB di Myanmar Marzuki Darusman berkata, upaya genosida terhadap Rohingya masih terus berlangsung.

Pernyataan itu dia sampaikan dalam konferensi pers setelah memaparkan laporan kepada Dewan Keamanan PBB, seperti dilansir AFP Kamis (25/10/2018).

Marzuki menjelaskan selain pembunuhan massal, dalam konflik itu juga terjadi pengucilan populasi, pencegahan kelahiran, maupun penempatan massal di kamp.

Baca juga: Kebakaran di Kamp Pengungsi Rohingya di Myanmar, Enam Orang Tewas

Krisis yang dimulai pada 25 Agustus 2017 itu juga menewaskan 10.000 orang dan menghancurkan sekitar 390 desa di Negara Bagian Rakhine.

Mantan Jaksa Agung Republik Indonesia periode 1999-2001 itu memperingatkan kondisinya tidak aman bagi orang Rohingya yang saat ini berada di kamp pengungsian Bangladesh.

"Segala upaya apapun bisa berdampak kepada semakin bertambahnya jumlah korban tewas," ujar pria berusia 73 tahun tersebut.

Dalam laporan setebal 444 halaman yang keluar sejak September, tim pencari fakta meminta agar DK PBB bisa membawanya ke Pengadilan Kriminal di Den Haag.

Laporan tersebut juga menegaskan jenderal top Myanmar, termasuk panglima militer Min Aung Hlaing diselidiki dan dituntut atas tuduhan genosida.

Dalam kunjungannya ke Myanmar 10-20 Oktober lalu, Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Christine Schraner berkata keterbukaan dan dialog inklusif merupakan dua pilar penting untuk rekonsiliasi.

"Pencarian fakta yang kredibel merupakan langkah pertama menuju keterbukaan tersebut," demikian penjelasan Schraner.

Halaman:
Baca tentang


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X