Marah atas Kasus Khashoggi, Macron Telepon Raja Salman

Kompas.com - 25/10/2018, 10:13 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron membahas konferensi pers, usai pidatonya sebelum sesi ke-73 Majelis Umum di PBB, pada Selasa (25/9/2018) di New York, Amerika Serikat. (AFP/Ludovic Marin) Presiden Perancis Emmanuel Macron membahas konferensi pers, usai pidatonya sebelum sesi ke-73 Majelis Umum di PBB, pada Selasa (25/9/2018) di New York, Amerika Serikat. (AFP/Ludovic Marin)

PARIS, KOMPAS.com - Pemerintah Perancis siap memberikan sanksi internasional kepada mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi.

Pernyataan itu dikeluarkan oleh Istana Elysee usai Presiden Perancis Emmanuel Macron menyampaikan amarahnya atas kasus tersebut kepada Raja Salman melalui telepon pada Rabu (24/10/2018).

"Presiden Perancis menginformasikan (Raja Salman) tentang amarahnya yang mendalam atas kejahatan tersebut," demikian pernyataan istana kepresidenan Perancis seperti diwartakan AFP.

Macron mengatakan kepada raja mengenai prioritas utama negaranya adalah membela kebebasan berekspresi, pers, dan publik.


Baca juga: MBS: Pembunuhan Jamal Khashoggi adalah Peristiwa Menjijikkan

"Perancis tidak akan ragu untuk memberikan sanksi internasional, bersama dengan mitra internasional lain, melawan yang bersalah," imbuh pernyataan tersebut.

Sementara itu, Amerika Serikat juga telah mengancam akan memberlakukan sanksi jika pimpinan Saudi terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Pada Selasa lalu, "Negeri paman Sam" juga telah mencabut visa bagi 21 warga negara Saudi yang terkait dengan kejahatan itu.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Inggris, yang mengumumkan sudah membatalkan visa para pelaku.

Lebih dari dua pekan Saudi bergeming soal hilangnya Khashoggi di gedung konsulat Saudi di Turki pada 2 Oktober 2018.

Kerajaan mengakui Khashoggi tewas di konsulat dan menyebutnya sebagai operasi tidak resmi, sebuah klaim yang disangkal oleh negara lain.

Kasus ini menyoroti kembali figur Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman yang kini menghadapi sejumlah tudingan. Dia dituduh memerintahkan kritikus Saudi itu untuk dibunuh.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X