Kompas.com - 24/10/2018, 19:13 WIB
Sistem peluncur rudal darat-ke-udara buatan Israel, Barak 8. THE INDIAN EXPRESSSistem peluncur rudal darat-ke-udara buatan Israel, Barak 8.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel telah mencapai kesepakatan penjualan sistem pertahanan senilai 680 juta euro atau lebih dari Rp 11 triliun dengan India, Rabu (24/10/2018).

Kesepakatan itu tercapai antara dua perusahaan milik negara, yakni Israel Aerospace Industries (IAI) milik Israel dengan Bharat Electronics Limited milik India.

Kesepakatan yang dicapai adalah untuk memasok versi laut dari sistem pertahanan udara dan rudal Barak 8 untuk tujuh kapal perang Angkatan Laut India.

Penjualan itu sebagai lanjutan dari pesanan senilai 551 juta euro atau Rp 9,5 triliun oleh India pada tahun lalu.

Melansir dari AFP, IAI yang merupakan perusahaan pertahanan terbesar di Israel, telah menjual sistem Barak 8 ke seluruh dunia dengan total penjualan saat ini mencapai lebih dari 6 miliar dollar (Rp 91 triliun).

Baca juga: India Berencana Beli Kapal Perusak Rusia Senilai Rp 32 Triliun

Israel juga telah menjadi salah satu pemasok persenjataan terbesar di dunia dengan hampir 60 persen ekspor persenjataannya dikirim ke kawasan Asia Pasifik.

"Hal ini semakin membuktikan bahwa keamanan adalah sebuah investasi dan bukan biaya," kata Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, menanggapi kesepakatan tersebut.

Kesepakatan tersebut tercapai di tengah adanya upaya privatisasi sebagian dari perusahaan IAI, yang ditentang Lieberman.

"IAI adalah pilar bangsa yang harus kita pelihara dan perkuat," tambahnya.

Hubungan antara Israel dengan India semakin dekat, terlebih dalam bidang pertahanan, setelah Juli tahun lalu, Perdana Menteri Narendra Modi melakukan kunjungan ke Israel, yang pertama kali dilakukan oleh seorang perdana menteri India.

Selain Israel, India juga membeli sistem pertahanan dari Rusia, yakni dengan pembelian sistem rudal darat-ke-udara, S-400 senilai 5,2 miliar dollar (lebih dari Rp 75 triliun).

Namun karena adanya ancaman sanksi dari AS terhadap negara-negara yang membeli perangkat militer dari Rusia, India berusaha melakukan diversifikasi pemasoknya.

AS masih menjadi pemasok persenjataan terbesar bagi India.

Baca juga: India Beli Sistem Rudal S-400 Rusia, Trump Bakal Ambil Tindakan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.