Kompas.com - 24/10/2018, 12:19 WIB
Foto ini diambil dari lokasi yang dirahasiakan dan dirilis pada 30 Mei 2016 menunjukkan wartawan lepas asal Jepang, Jumpei Yasuda. (AFP /JIJI PRESS) Foto ini diambil dari lokasi yang dirahasiakan dan dirilis pada 30 Mei 2016 menunjukkan wartawan lepas asal Jepang, Jumpei Yasuda. (AFP /JIJI PRESS)

TOKYO, KOMPAS.com - Jurnalis asal Jepang yang diculik lebih dari tiga tahun lalu oleh kelompok militan di Suriah diyakini telah dibebaskan.

AFP mewartakan, Jumpei Yasuda (44) ditangkap pada Juni 2015 dan muncul dalam video yang dirilis oleh kelompok tersebut pada Juli lalu.

Ketua Sekretariat Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan pada Selasa (23/10/2018) malam, pemerintah Jepang saat ini berupaya untuk memeriksa kebenaran informasi dari otoritas Qatar tersebut.

Baca juga: Muncul Video Berisi Pria Jepang dan Italia yang Diculik di Suriah

"Pemerintah Qatar menginformasikan kepada kami bahwa Jumpei Yasuda telah dibebaskan dan sekarang berada di pusat imigrasi di Antakya, Turki," ucapnya.

"Sekarang, kami sedang memverifikasi informasi itu," imbuhnya.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyampaikan terima kasih kepada Qatar dan Turki atas kerja samanya untuk membebaskan pria tersebut.

Namun sekali lagi, dia ingin memastikan kembali identitas sebenarnya pria yang dibebaskan.

"Saya lega mendengar informasi tersebut. Kami ingin mengonfirmasi apakah pria itu benar Jumpei Yasuda," katanya, seperti dikutip dari Straits Times.

Sebelumnya, jurnalis Jepang dan seorang pria berkebangsaan Italia Alessandro Sandrini muncul dalam video yang dirilis kelompok militan.

Yasuda mengidentifikasi dirinya sebagai orang Korea dan mengungkapkan nama yang berbeda. Namun, dia berbicara dalam bahasa Jepang.

Istrinya tidak tahu alasan pasti Yasuda menyebut dirinya sebagai orang Korea dalam video tersebut.

Baca juga: Kelompok Militan Tolak Tinggalkan Idlib, Zona Demiliterisasi Terancam Batal

Rekaman yang dibuat pada 25 Juli 2018, Yasuda dalam kondisi yang buruk dan memohon bantuan.

Sementara, Sandrini menginformasikan tanggal yang berbeda saat video itu direkam, yaitu 19 Juli 2018.

Media di Italia menyebut, dia diculik di Turki pada Oktober 2016, sebelum akhirnya dibawa ke Suriah. Dia diyakini berasal dari Brescia, kota di bagian utara Italia, dan berusia 32 tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X