Trump Ingin Bertemu Putin di Peringatan Gencatan Senjata PD I

Kompas.com - 24/10/2018, 09:08 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan bola Piala Dunia 2018 ke Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers bersama usai pertemuan di Istana Presiden di Helsinki, Finlandia, Senin (16/7/2018). (AFP/Yuri Kadobnov) Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan bola Piala Dunia 2018 ke Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers bersama usai pertemuan di Istana Presiden di Helsinki, Finlandia, Senin (16/7/2018). (AFP/Yuri Kadobnov)

MOSKWA, KOMPAS.com - Di tengah pertarungan retorika soal nuklir dengan Rusia, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya bertemu dengan Presiden Vladimir Putin.

Keduanya dijadwalkan menghadiri peringatan Perang Dunia I di Paris, Perancis, pada 11 November mendatang. Di situlah, mereka dapat saling berjumpa.

"Presiden Trump akan menantikan bertemu Anda di Paris, di sela-sela peringatan 100 tahun peringatan Gencatan Senjata," kata Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, kepada Putin di Moskwa, pada Selasa (23/10/2018).

Baca juga: Trump: AS Akan Bangun Senjata Nuklir untuk Tekan Rusia dan China

Sebagai informasi, Gencatan Senjata Moskwa merupakan kesepakatan antara Sekutu dan Kekaisaran Jerman pada 11 November 1918 untuk mengakhiri Perang Dunia I.

Dalam peringatan tersebut, sekitar 60 kepala negara dan pemerintah dijadwalkan hadir di Paris.

"Akan berguna untuk melanjutkan pembicaraan langsung dengan presiden AS, misalnya di Paris, jika pihak AS bersedia," ucap Putin, seperti diwartakan AFP.

Trump dan Putin pernah menggelar pertemuan bilateral pertama di Helsinki, Finlandia, pada Juli lalu.

Setelah kembali ke negaranya, Trump dihujani kritik karena dianggap bersikap terlalu lunak menghadapi Putin.

"Bagi saya pertemuan itu berguna dan terkadang cukup sulit. Tetapi akhirnya dapat terbangun," katanya, merujuk pada pertemuan di Helsinki.

"Jujur, kami kadang terkejut melihat AS terkadang mengambil langkah yang benar-benar tidak adil terhadap Rusia, yang tidak bisa kami sebut sebagai hal ramah," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X