Kompas.com - 23/10/2018, 22:16 WIB

RIYADH, KOMPAS.com - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud bersama Putra Mahkota Mohammed bin Salman menemui anggota keluarga dari mendiang jurnalis Jamal Khashoggi, Selasa (23/10/2018).

Kedua anggota keluarga kerajaan itu menerima putra Jamal Khashoggi, Salah dan saudaranya, Sahel di Istana Kerajaan Saudi di Riyadh.

Diberitakan kantor berita Saudi Press Agency (SPA), dalam pertemuan itu, Raja Salman dan Putra Mahkota menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Khashoggi.

Tidak dijelaskan secara rinci pertemuan antara Salah dengan dua petinggi kerajaan Saudi tersebut.

Namun sehari sebelumnya, dikabarkan SPA, Raja Salman dan Putra Mahkota Saudi juga telah berkomunikasi dengan Salah, putra Khashoggi, melalui sambungan telepon.

Baca juga: 6 Misteri dalam Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Jamal Khashoggi, jurnalis The Washington Post, dikabarkan hilang sejak 2 Oktober lalu, setelah dia memasuki kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Lebih dari dua pekan kemudian, pada Sabtu (20/10/2018) lalu, pemerintah Saudi mengumumkan jika Khashoggi telah tewas akibat pertikaian dengan sekelompok orang di gedung konsulat.

Otoritas Saudi juga mengatakan telah menahan 18 orang yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Khashoggi.

Kabinet Saudi pada Selasa (23/10/2018) menyampaikan akan meminta pertanggungjawaban dari semua pihak yang berada di belakang kasus pembunuhan Khashoggi, tidak peduli siapa pun mereka.

"Kabinet akan meminta pertanggungjawaban semua orang yang telah gagal dalam tugas mereka tidak peduli siapa pun mereka," tulis pernyataan yang dipublikasikan SPA.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menyebut kasus pembunuhan jurnalis tersebut sebagai operasi kejahatan oleh orang-orang yang telah

Dia juga menyangkal kabar yang menyebut Pangeran Mohammed bin Salman maupun dinas intelijen memiliki informasi sebelumnya tentang operasi tersebut.

"Ini merupakan operasi kejahatan. Jelas ada kesalahan besar yang dibuat, dan apa yang menambah kesalahan itu adalah upaya untuk menutup-nutupinya. Ini tidak dapat diterima di pemerintahan mana pun," ujarnya.

Baca juga: Menlu Saudi: Pembunuhan Jamal Khashoggi adalah Operasi Kejahatan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.