Perdana Menteri Pakistan Kembali Tegaskan Ingin Berdamai dengan India

Kompas.com - 23/10/2018, 19:18 WIB
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan saat hadir di acara konferensi investasi internasional di Riyadh, Arab Saudi, Selasa (23/10/2018). AFP / FAYEZ NURELDINEPerdana Menteri Pakistan Imran Khan saat hadir di acara konferensi investasi internasional di Riyadh, Arab Saudi, Selasa (23/10/2018).

RIYADH, KOMPAS.com - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan kembali menegaskan keinginannya untuk mengadakan pembicaraan damai dengan India, setelah rencana sebelumnya gagal terlaksana.

Imran Khan mengatakan, dalam konferensi investasi yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, bahwa mengupayakan perdamaian dengan India telah menjadi hal pertama yang ingin dilakukannya setelah terpilih sebagai perdana menteri.

"Ketika saya memenangkan pemilihan dan menjabat sebagai perdana menteri, hal pertama yang ingin saya coba lakukan adalah memperluas perdamaian ke India," kata Khan di hadapan tamu konferensi Future Investment Initiative (FII) di Riyadh, Selasa (23/10/2018).

Baca juga: Afganistan dan Pakistan Undang Ulama RI untuk Bantu Perdamaian

"Sekarang apa yang kami harapkan adalah kami menunggu hingga pemilihan kemudian akan melanjutkan pembicaraan perdamaian dengan India," tambah Khan, mengacu pada pemilu India yang rencananya digelar pada pertengahan Mei 2019 mendatang.

Kedua negara yang bertetangga itu sebelumnya sempat merencanakan pertemuan antarmenteri luar negeri di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS

Namun hanya berselang sehari setelah pengumuman rencana pertemuan tersebut, pemerintah India memutuskan membatalkannya.

Khan menanggapi pembatalan tersebut dengan menyebut India telah bersikap arogan. Dia pun mengungkapkan kekecewaannya ke akun Twitter miliknya.

"Kecewa terhadap respon yang arogan dan negatif dari India atas seruan saya untuk memulai kembali dialog perdamaian," tulis Imran Khan saat itu.

Khan menghadiri konvensi investasi internasional yang digelar Arab Saudi di tengah banyaknya negara yang memutuskan tidak hadir karena kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Mantan atlet kriket nasional Pakistan itu menargetkan untuk mendapat investor potensial untuk membantu perekonomian negaranya yang tengah kritis.

Desakan untuk mencapai perdamaian dengan India muncul setelah sejumlah negara yang bersahabat dengan Pakistan tak bersedia membantu perekonomian mereka.

Dalam pidatonya, Khan juga mengungkapkan sedang dalam pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mendapat bantuan keuangan.

Sejak menjabat sebagai perdana menteri, Khan juga telah mencoba berbicara dengan China dan Arab Saudi untuk mencari pinjaman. Demikian dikabarkan AFP.

Baca juga: India Batalkan Rencana Pertemuan Menteri Luar Negeri dengan Pakistan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X