Ancaman Trump Ketika Karavan Migran Honduras Kini Menuju AS

Kompas.com - 23/10/2018, 10:51 WIB
Warga dari Honduras tergabung dalam Karavan migran menuju ke Amerika Serikat sedang beristirahat di Huixtla, negara bagian Chiapas, Meksiko, Senin (22/10/2018). (AFP/Johan Ordonez) Warga dari Honduras tergabung dalam Karavan migran menuju ke Amerika Serikat sedang beristirahat di Huixtla, negara bagian Chiapas, Meksiko, Senin (22/10/2018). (AFP/Johan Ordonez)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - PBB menyebut ada lebih dari 7.000 orang kini sedang menuju Amerika Serikat, dengan lebih banyak migran yang akan bergabung termasuk warga Amerika Tengah lainnya di Meksiko.

Melansir AFP, Senin (22/10/2018),  Presiden AS Donald Trump akan mulai memangkas bantuan kepada tiga negara Amerika Tengah atas masuknya ribuan migran Honduras ke perbatasan AS.

Trump terus melontarkan serangan di Twitter hampir tiap hari dengan menyebutnya sebagai darurat nasional. Dia juga mengancam bakal mengerah militer guna menutup perbatasan dengan Meksiko.

Baca juga: Trump Ancam Kerahkan Militer untuk Tutup Perbatasan AS dan Meksiko


"Kami sekarang akan mulai memangkas, atau secara substansial mengurangi, bantuan luar negeri besar-besaran," katanya.

Ucapannya merujuk pada bantuan AS kepada Guatemala, Honduras, dan El Salvador.

"Menyedihkan, sepertinya polisi dan militer Meksiko tidak dapat menghentikan caravan migran menuju perbatasan selatan AS," ucapnya.

Bantuan AS ke Amerika Tengah telah menurun. Pada 2016, bantuan dikucurkan senilai 750 juta dollar AS menjadi 655 juta dollar pada 2017.

Tahun ini, bantuan diperkirakan turun lagi menjadi 615 juta dollar AS.

Gelontoran dana semacam itu menjadi penting bagi negara seperti Honduras, yang menerima 181,7 juta dollar AS pada tahun lalu.

Sebelumnya, otoritas Meksiko berhasil mencegat para migran di perbatasan Meksiko-Guatemala usai mereka berhasi menerobos penghalang di Guatemala pada Jumat lalu.

Namun, banyak migran yang berhasil menyeberangi sungai dengan rakit darurat.

Baca juga: Sulit Dapat Pekerjaan di Peru, Puluhan Migran Venezuela Memilih Pulang

Karavan migran kembali melanjutkan perjalanannya pada Senin (22/10/2018) di negara bagian Chiapas di Meksiko Selatan. Mereka berangkat dari Tapachula, dekat perbatasan, menuju kota Huixtla, sekitar 40 km jauhnya.

Banyak migran menghabiskan malam di alun-alun kota atau di jalan. Mereka bergerak dengan jalan kaki atau menumpang mobil dan truk yang lewat. Banyak juga yang berjalan kaki dengan sepatu plastik atau sandal jepit.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Internasional
Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Internasional
Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Internasional
Korea Utara Mengancam Bakal Beri 'Hadiah Natal', Ini Peringatan AS

Korea Utara Mengancam Bakal Beri "Hadiah Natal", Ini Peringatan AS

Internasional
Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk 'Person of the Year' Versi TIME

Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk "Person of the Year" Versi TIME

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X