Rusia Kecam Legalisasi Ganja oleh Kanada

Kompas.com - 23/10/2018, 05:35 WIB
Pemerintah Kanada telah melegalkan penjualan dan penggunaan ganja untuk tujuan rekreasional pada Rabu (17/10/2018). AFP / CHRIS ROUSSAKISPemerintah Kanada telah melegalkan penjualan dan penggunaan ganja untuk tujuan rekreasional pada Rabu (17/10/2018).

OTTAWA, KOMPAS.com - Pemerintah Rusia secara resmi mengecam keputusan Kanada dalam melakukan legalisasi ganja yang dianggap tidak dapat diterima dan melanggar hukum internasinal.

Rusia menilai langkah legalisasi ganja yang dilakukan Kanada berpeluang memicu terjadinya peningkatan dalam perdagangan ilegal ganja di luar negeri.

"Kami yakin bahwa legalisasi tersebut telah bertentangan dengan hukum internasional tentang pengendalian narkoba," kata Kedutaan Rusia di Ottawa dalam pernyataannya, Senin (22/10/2018).

Menurut Moskwa, Kanada telah melanggar perjanjian pengendalian obat-obatan utama termasuk Konvensi 1961 tentang obat-obatan narkotika, Konvensi 1971 tentang zat-zat psikotropika dan Konvensi 1988 tentang melawan perdagangan gelap obat-obatan narkotika dan psikotropika.

Baca juga: Resmi Legal, Toko-toko Ganja di Kanada Kehabisan Stok

"Dengan secara sadar menggagalkan pemerintahan pengendalian narkoba internasional, Pemerintah Kanada telah menciptakan pasar narkoba terbesar di dunia."

"Terlepas dari semua klaim dan tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah ekspor ganja melintasi perbatasan nasional, namun pasti akan tetap menimbulkan peningkatan yang cukup besar dalam perdagangan ilegal ke negara lain," kata kedutaan Rusia.

Pihak kedutaan menambahkan, Rusia dan negara-negara lain mungkin harus mengambil langkah-langkah tambahan untuk mencegah kemungkinan adanya upaya penyelundupan ganja, maupun produk turunannya, dari Kanada.

Kanada telah resmi melegalkan penjualan dan penggunaan ganja untuk tujuan rekreasional pada 17 Oktober lalu, menjadikannya negara berekonomi kuat pertama yang melakukannya.

Legalisasi ganja sekaligus memenuhi janji kampanye dari Perdana Menteri Justin Trudeau pada 2015 lalu, yang disebutnya bertujuan untuk melindungi kaum muda dan menutup pasar gelap.

Richard Walker, juru bicara Kementerian Luar Negeri Kanada, mengatakan kepada AFP bahwa Kanada akan tetap mendukung kerangka kerja pengendalian narkoba internasional dan terus memerangi perdagangan narkoba ilegal.

"Legalisasi ganja tidak akan mengubah komitmen kami untuk mencapai tujuan menyeluruh dari konvensi obat PBB."

"Kami akan tetap melindungi kesehatan dan keselamatan warga negara kami. Dan Kanada akan terus bekerja sama dengan mitra internasional untuk mencapai tujuan ini," kata dia.

Baca juga: Kanada Bakal Ampuni Terpidana Kasus Kepemilikan Ganja



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X