Terkait Kematian Khashoggi, Saudi Tidak Terapkan Embargo Minyak Bumi

Kompas.com - 22/10/2018, 18:50 WIB
Tambang minyak.Thinkstock Tambang minyak.

RIYADH, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi, Senin (22/10/2018), mengatakan bahwa pemerintahnya tidak berencana melakukan embargo minyak seperti pernah dilakukan pada 1973.

Pernyataan ini disampaikan pemerintah Saudi di saat hubungannya dengan Barat memburuk akibat skandal pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Riyadh, penghasil minyak bumi terbesar di dunia, melakukan embargo minyak saat Perang Yom Kippur pecah pada 1973.

Baca juga: Pelaku Menyamar Jadi Jamal Khashoggi di Hari Kejadian


Akibatnya, harga minyak dunia melambung kemudian menciptakan gelombang inflasi yang mengakibatkan krisis global selama beberapa tahun.

"Arab Saudi adalah negara yang bertanggung jawab. Selama bertahun-tahun kami menggunakan produksi minyak sebagai sarana ekonomi yang bertanggung jawab dan menjauhkannya dari politik," kata Menteri Perminyakan Khaled al-Faleh kepada kantor berita TASS.

"Jika harga minyak naik terlalu tajam, maka pertumbuhan ekonomi global akan melambat dan memicu resesi dunia," tambah Khaled.

"Arab Saudi selalu bersikap koheren dalam kebijakannya. Kami bekerja untuk menstabilkan pasar global dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi dunia," tambah dia.

Pernyataan Saudi yang berubah-ubah soal kematian Jamal Khashoggi membuat dunia Barat skeptis.

Bahkan, sekutu utama Saudi, Presiden AS Donald Trump menyebut kerajaan itu sudah berbohong soal kematian Khashoggi.

Dalam pernyataan terakhir, pemerintah Saudi mengakui Khashoggi memang telah tewas akibat berkelahi di konsulatnya di Istanbul.

Baca juga: Ini Beda Kanada dengan AS dalam Menanggapi Saudi soal Kematian Khashoggi

Namun, pengakuan ini malah memicu lebih banyak seruan agar pemerintah Saudi melakukan investigasi lebih transparan.

"Insiden ini akan berlalu," ujar Khaled penuh keyakinan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X