Macron Ingatkan Trump Pentingnya Kesepakatan Senjata Nuklir dengan Rusia

Kompas.com - 22/10/2018, 18:30 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron membahas konferensi pers, usai pidatonya sebelum sesi ke-73 Majelis Umum di PBB, pada Selasa (25/9/2018) di New York, Amerika Serikat. (AFP/Ludovic Marin) Presiden Perancis Emmanuel Macron membahas konferensi pers, usai pidatonya sebelum sesi ke-73 Majelis Umum di PBB, pada Selasa (25/9/2018) di New York, Amerika Serikat. (AFP/Ludovic Marin)

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron mengingatkan kepada Presiden AS Donald Trump akan pentingnya mempertahankan kesepakatan senjata nuklir era Perang Dingin dengan Rusia.

Macron menghubungi Trump melalui panggilan telepon sehari setelah presiden berusia 72 tahun itu mengumumkan rencananya menarik diri dari Kesepakatan Persenjataan Nuklir Jarak Menengah (INF) yang berlaku sejak tiga dekade lalu.

"Presiden mencatat pentingnya perjanjian ini, khususnya untuk keamanan kawasan Eropa dan stabilitas strategis kami," kata kantor kepresidenan Perancis mengenai sambungan telepon kedua pemimpin negara tersebut, Senin (22/10/2018).

Sebelumnya, pada Minggu (21/10/2018), Presiden Trump rencananya untuk menarik AS dari kesepakatan INF karena menganggap Rusia telah lama melanggar perjanjian tersebut.

Baca juga: Hendak Keluar dari Kesepakatan Nuklir, Trump Disebut Targetkan China

Pernyataan tersebut  mengacu pada pengerahan Moskwa atas rudal Novator 9M729 yang disebut Washington mampu menempuh jarak hingga 500 kilometer.

Kesepakatan INF melarang negara penanda tangan untuk mengembangkan misil bermuatan nuklir yang mampu menjangkau jarak 500 hingga 5.500 kilometer.

Sementara Rusia, telah mengecam rencana Washington dan menyebut AS telah berencana untuk menjadi satu-satunya negara adikuasa di dunia.

Sumber dari Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan kepada kantor berita RIA Novosti, bahwa tujuan utama AS adalah menciptakan dunia unipolar.

Pejabat kementerian Rusia, yang berbicara secara anonim, mengatakan jika AS telah sejak lama menerapkan kebijakan menuju pembongkaran kesepakatan nuklir.

"Washington telah mendekati tujuan itu selama bertahun-tahun dengan sengaja dan melangkah demi menghancurkan perjanjian," kata pejabat itu, dilansir AFP.

Kesepakatan INF ditandatangani oleh Presiden AS Ronald Reagan dengan Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev pada 1987.

Baca juga: Rusia: Rencana AS Tinggalkan Kesepakatan Senjata Nuklir Langkah Berbahaya



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X