Dennis Rodman Tak Tahu Bakal Bertemu Kim Jong Un saat Pertama ke Korea Utara

Kompas.com - 22/10/2018, 17:30 WIB
Dennis Rodman menjawab pertanyaan saat wawancara di konferensi Politicon di Los Angeles, California, pada Sabtu (20/10/2018) lalu. AFP / PHILLIP FARAONE / GETTY IMAGES NORTH AMERICADennis Rodman menjawab pertanyaan saat wawancara di konferensi Politicon di Los Angeles, California, pada Sabtu (20/10/2018) lalu.

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Mantan pebasket Amerika Serikat mengisahkan perjalanan pertamanya ke Korea Utara di mana dirinya tidak menyangka akan bertemu dengan pemimpin negara tersebut.

Dennis Rodman saat ini dikenal sebagai salah seorang yang memiliki kedekatan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Rodman telah beberapa kali mengunjungi negara tertutup itu, bahkan mengaku sempat bermain basket dengan Kim.

Namun ternyata Rodman awalnya tidak pernah merencanakan sebelumnya untuk bisa dekat dengan Kim Jong Un.

Berbicara dalam sesi wawancara di sebuah konferensi politik di Los Angeles, Sabtu (20/10/2018), mantan pemain NBA itu mengira kedatangan ke Korea Utara pada 2013 tidak lebih hanya untuk sesi jumpa penggemar atau tanda tangan.

Baca juga: Dennis Rodman Berencana Mengajak Kanye West ke Korut

"Lucunya adalah saya setuju saat diundang untuk datang, karena saya mengira itu hanya sekadar bagian dari pertunjukan berbayar lainnya," kata Rodman dilansir New York Post.

Rodman mengaku awalnya dia sama sekali tidak tahu tentang Korea Utara saat dirinya diundang untuk berkunjung pada Maret 2013.

Dikatakan Rodman, semula pihak Korea Utara menghubungi kantor Chicago Bulls dan mengundang Michael Jordan, yang langsung menolaknya.

Ternyata, nama Rodman berada di urutan selanjutnya dalam daftar pebasket yang diundang oleh Pyongyang.

Rodman pun setuju karena dirinya menyangka kunjungan itu hanya untuk publikasi di mana dia akan berfoto atau memberi tanda tangan kepada penggemar.

Namun saat tiba di lokasi acara yang telah disiapkan di Korea Utara, dia tidak tahu bahwa Sang Pemimpin Tertinggi akan datang.

"Saya bahkan tidak pernah melihat fotonya. Jadi saat 20.000 orang berdiri dan bertepuk tangan, saya mengira itu untuk saya."

"Lalu saya melihat ke sisi kiri saya. Dan melihat ada seorang pria pendek. Salah seorang Korea Utara memberi tahu saya jika dia adalah Kim Sang Pemimpin Tertinggi," kata Rodman.

Saat itu Rodman mengaku masih bingung dan bertanya-tanya. "Siapa pria ini? Apakah dia presiden atau semacamnya?" tambahnya.

Baca juga: Komentari Pertemuan Trump dan Kim, Dennis Rodman Menangis

Dennis Rodman bersama dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. AFP PHOTO Dennis Rodman bersama dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Rodman menggambarkan sosok Kim Jong Un sebagai orang yang sangat lucu, meski pun menurutnya Kim tidak berbicara dengan bahasa Inggris.

"Dia suka dengan basket. Kami pun bermain bersama. Kami berdua bermain ski, jet ski, juga seluncur salju. Kami melakukan semuanya," kata Rodman.

Rodman juga mengetahui sedikit kegemaran Kim Jong Un, yang dikatakanya senang bermain video game.

"Dia menonton banyak film. Dia memainkan Donkey Kong, Pac-Man. Dia memainkan banyak hal keren. Game-game lama," ujarnya.

Disinggung mengenai rencana hubungannya dengan Korea Utara, yang saat ini sedang berupaya terbuka dengan dunia luar dan negara-negara lain, Rodman menyebut olahraga.

"Tujuan saya, saya tidak ke sana untuk politik. Saya ke sana untuk olahraga. Mencoba menghubungkan kedua negara bersama dalam olahraga."

Baca juga: Apa Hadiah yang Dibawa Dennis Rodman untuk Kim Jong Un?

"Saya tidak di sana untuk mencoba mengatakan padanya (Kim) untuk jangan memenggal kepala atau jangan menembak saudara-saudaramu," tambah Rodman.

Kedekatan Rodman dengan Kim Jong Un juga turut ditunjukkan dengan kehadirannya saat pertemuan tingkat tinggi Korea Utara dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura, Juni lalu.

Rodman pun juga mengatakan bahwa dirinya termasuk pendukung Trump.

"Semua orang berpikir Donald Trump seorang rasis. Saya tidak berpikir demikian. Saya mendukung Donald Trump sebagai seorang teman dan apa yang dilakukannya sebagai presiden, saya tidak bisa mengaturnya," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X