PM Kanada: Bekerja dengan Trump Tak Selalu Mudah

Kompas.com - 22/10/2018, 16:24 WIB
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau (kiri), berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan di Gedung Putih, Washington (11/10/2017). AFP/Jim WatsonPerdana Menteri Kanada Justin Trudeau (kiri), berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan di Gedung Putih, Washington (11/10/2017).

OTTAWA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berujar, bekerja dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak selalu mudah.

Trudeau mengatakannya ketika negosiasi ulang Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) berbuah keberhasilan.

Baca juga: Ini Beda Kanada dengan AS dalam Menanggapi Saudi soal Kematian Khashoggi

Dalam wawancara dengan talk show populer di Quebec Tout Le Monde En Parle, Trudeau berujar sering dia tak sepaham dengan presiden 72 tahun tersebut.

"Dia tentu mengetahuinya. Sangat sulit menemukan kesepahaman. Namun, saya kami bisa mengatasinya dengan baik," kata Trudeau dikutip AFP Senin (22/10/2018).

Hubungan dua pemimpin memanas Juni lalu ketika Trump menyebut PM berusia 46 tahun tersebut sebagai sosok yang tidak jujur dan lemah.

Selain itu, presiden ke-45 dalam sejarah AS itu pergi meninggalkan pertemuan G7 yang digelar ketika Kanada berstatus tuan rumah.

PM yang berkuasa sejak 2015 itu melanjutkan, dia merasa telah menorehkan prestasi bagi rakyat Kanada melalui pakta perdagangan antara AS, Meksiko, dan Kanada itu.

Trump juga membela keputusannya yang melegalkan ganja pada 17 Oktober lalu. Dia menyebut larangan yang berusia 90 tahun tak membuahkan hasil.

"Malah sebaliknya, larangan itu bisa memberikan keuntungan bagi organisasi kriminal," ujar PM yang juga Ketua Partai Liberal tersebut.

Lebih lanjut terkait dengan pemilihan umum pada 2019 mendatang, Trudeau berjanji untuk menanggulangi perubahan iklim.

"Realitasnya adalah kami harus melindungi lingkungan sementara pertumbuhan ekonomi harus berkelanjutan dan bertanggung jawab," tutur Trudeau.

Dia menyebut pihak oposisi, Partai Konservatif, tidak mempunyai rencana terkait isu lingkungan.

Baca juga: PM Kanada Disarankan Temui Keluarga Kerajaan Saudi untuk Minta Maaf

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X