Mahathir Klaim Korupsi di Malaysia Berhasil Diberantas

Kompas.com - 22/10/2018, 09:48 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menunjukkan buku catatan yang dibawanya saat berkunjung ke Inggris. via The StarPerdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menunjukkan buku catatan yang dibawanya saat berkunjung ke Inggris.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengklaim upaya pemerintah untuk memberantas korupsi telah berhasil.

Dia menyebut korupsi di Malaysia hanyalah masa lalu dengan upaya perubahan di pemerintahan.

Melansir Channel News Asia, Senin (22/10/2018), dia mengatakan masyarakat tidak lagi berbicara tentang keharusan membayar uang suap ketika berhadapan dengan pejabat pemerintah.

Baca juga: Mahathir Berencana Jual Aset Malaysia, Begini Tanggapan Najib

"Kita tidak akan mendengar korupsi lagi. Rakyat bisa mengurus sesuatu dengan pemerintah tanpa bayar uang suap," katanya dalam wawancara dengan stasiun televisi Astro Awani.

"Dan jika kita ke luar negeri, tidak ada seorang pun bertanya tentang apa yang terjadi di negara kita," ucap pria berusia 93 tahun tersebut,

"Ini terjadi karena ketika kami menggantikan pemerintahan sebelumnya, kami juga memberantas korupsi," imbuhnya.

Usai memenangkan pemilu Malaysia pada Mei lalu, Mahathir berjanji akan membasmi korupsi dan melakukan reformasi institusi.

Dia menyalahkan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh Najib Razak karena membuat negara terjerat dengan utang besar, termasuk korupsi di perusahaan 1MDB.

" Korupsi hampir tidak ada lagi karena ada rasa takut akan hukum. Ini adalah keberhasilan besar, kami tidak membuat pejabat pemerintah mencari keuntungan melalui korupsi," ujarnya.

Mahathir mengatakan, orang-orang pemerintahan yang mengambil keuntungan pribadi telah disingkirkan.

Baca juga: Mantan Wakil PM Malaysia Dijerat 45 Dakwaan Korupsi Senilai Rp 408 Miliar

Namun, dia mencatat pemerintah juga perlu memastikan bukti kuat, sebelum membawa kasus korupsi yang melibatkan politisi atau non-politisi dibawa ke pengadilan.

"Jika kami ingin mengadili semua orang sekaligus, itu tidak akan mungkin," katanya.

"Karena setiap kasus harus diselidiki sehingga kami memiliki bukti yang jelas agar pengadilan dapat menerima," ucapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X