Kompas.com - 22/10/2018, 08:00 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Setelah mengaku tak puas dengan penjelasan pemerintah Arab Saudi soal penyebab kematian jurnalis Jamal Khashoggi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan lebih keras.

Dia menuding Saudi berbohong tentang pembunuhan Khashoggi. Trump juga menekan agar Saudi segera mengindentifikasi dan menghukum pelaku.

"Jelas ada penipuan dan ada kebohongan," katanya kepada The Washington Post.

Baca juga: Trump Tak Puas dengan Jawaban Saudi atas Kematian Jamal Khashoggi

Melansir AFP, Minggu (21/10/2018), Trump sebelumnya juga pernah menyatakan bahwa penjelasan Saudi tentang kematian Khashoggi adalah kredibel.

Seperti diketahui, Saudi menyatakan Khashoggi tewas setelah terlibat pertikaian dengan orang-orang yang ditemuinya di gedung konsulat Saudi di Turki pada 2 Oktober lalu.

Di sisi lain, Trump tetap memiliki kepercayaan kuat terhadap kepemimpinan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Dia lebih menyukai pangeran berusia 33 tahun itu tetap berada di pucuk pimpinan politik Saudi.

USA Today mewartakan, Trump mengaku tidak melihat adanya bukti yang menunjukkan Pangeran Mohammed mengetahui soal tewasnya Khashoggi atau bahkan memerintahkan pembunuhan tersebut.

"Ada kemungkinan dia tahu tentang hal itu sesudahnya. Bisa jadi sesuatu di dalam gedung tersebut menjadi kacau sekali," ucapnya.

Selama beberapa pekan, Saudi membantah mengetahui nasib Khashoggi, dengan menyatakan jurnalis tersebut sudah meninggalkan gedung konsulat.

Baca juga: Ini Tanggapan Negara di Dunia atas Pernyataan Saudi soal Kematian Jamal Khashoggi

Lenyapnya Khashoggi dan laporan-laporan tentang penyiksaan serta pembunuhannya telah memancing kemarahan internasional.

Melalui pernyataan bersama, Inggris, Perancis, dan Jerman menuntut penjelasan lengkap soal kematian sang jurnalis.

"Tidak ada yang bisa membenarkan pembunuhan ini dan kami mengutuknya secara kuat," demikian pernyataan ketiga negara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.