Kompas.com - 20/10/2018, 17:36 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. AFP / ATTILA KISBENEDEKPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
|

ANKARA, KOMPAS.com - Salah satu nama yang tak puas dengan penjelasan pemerintah Arab Saudi terkait kematian jurnalis Jamal Khashoggi adalah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

"Kita tak bisa membiarkan situasinya seperti ini," kata Erdogan kepada para jurnalis, Sabtu (20/10/2018).

Erdogan menambahkan, para penyidik kini tengah bekerja keras untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di seputar kematian Khashoggi.

Baca juga: Pangeran MBS Diklaim Tak Tahu Apapun soal Kematian Jamal Khashoggi

Dalam sebuah perkembangan mengejutkan, pada Jumat (19/10/2018) malam, Arab Saudi mengakui Khashoggi tewas pada 2 Oktober 2018 di kantor konsulat negeri itu di Instanbul, Turki.

Namun, pemerintah Arab Saudi menegaskan, Khashoggi tewas sebagai akibat dari perkelahian yang pecah tanpa diduga.

Sebelumnya, sumber-sumber Turki mengklaim memilii bukti bahwa Khashoggi disiksa hingga tewas oleh 15 orang pria.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keyakinan inilah yang membuat pemerintah Turki tidak puas dengan penjelasan pemerintah Saudi.

Para penyidik Turki kini tengah berupaya mengumpulkan bukti untuk menunjukka bahwa pembunuhan Khashoggi memang telah direncanakan.

Selama sepekan terakhir, para penyidik mencoba mencari jenazah Khashoggi yang menurut sejumlah sumber dimutilasi saat jurnalis itu masih hidup.

Baca juga: Kematian Khashoggi: Raja Salman Pecat Wakil Kepala Dinas Intelijen

Sementara itu, jaksa penuntut umum Turki masih menyusun laporan soal pembunuhan Khashoggi tetapi tidak akan mempublikasikan laporan itu hingga jenazah pria Saudi itu ditemukan.

Sedangkan, pemerintah Saudi mengatakan terdapat upaya untuk menutupi pembunuhan itu tetapi juga belum mempublikasikan hasil temuannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.