Festival Dibakarnya Raja Iblis Rahwana di India yang Berujung Nestapa - Kompas.com

Festival Dibakarnya Raja Iblis Rahwana di India yang Berujung Nestapa

Kompas.com - 20/10/2018, 12:31 WIB
Warga berkumpul di sekitar lokasi insiden kereta api yang menabrak kerumunan pengunjung festival Dussehra di Kota Amritsar, India, pada Jumat (19/10/2018).AFP / NARINDER NANU Warga berkumpul di sekitar lokasi insiden kereta api yang menabrak kerumunan pengunjung festival Dussehra di Kota Amritsar, India, pada Jumat (19/10/2018).

AMRITSAR, KOMPAS.com - Umat Hindu di India setiap tahunnya merayakan kemenangan kebaikan atas kejahatan dalam balutan festival Dussehra.

Banyak orang melakukan pertemuan doa khusus dan meletakkan persembahan makanan kepada para dewa di rumah atau di kuil-kuli seluruh India.

Masyarakat juga menggelar pameran terbuka dan menggelar parade besar dengan membakar patung Rahwana, yang berhasil dikalahkan Rama berkat bantuan Dewi Durga.

Namun, festival untuk memperingati kekalahan si jahat justru berakhir dengan nestapa pada tahun ini.

Baca juga: Kereta Api Tabrak Kerumunan Pengunjung Festival di India, 50 Tewas

Lebih dari 60 orang dilaporkan tewas dan 100 orang lainnya terluka saat kereta api menabrak kerumunan penduduk di dekat Amritsar, Punjab utara, India, pada Jumat (19/10/2018).

Berdiri di rel kereta api, mereka tak mendengar suara kereta api yang mendekat saat menyaksikan patung raja iblis Rahwana dibakar dan pertunjukkan kembang api.

Melansir BBC, banyak dari korban tewas merupakan anak-anak. Beberapa laporan menyebut, penyelenggara acara meminta warga untuk menjauh dari lokasi kembang api dinyalakan.

Namun laporan lain menyatakan, penonton memilih berlari ke arah rel karena takut patung yang terbakar akan roboh.

Menurut saksi mata, banyak orang yang sibuk merekam suasana festival dengan ponsel sehingga tidak memperhatikan kedatangan kereta api.

"Saya memindahkan jenazah dari rel. Tangan saya penuh darah," kata seorang saksi mata bernama Amar Nath.

Baca juga: Penggantian Nama Kota di India Picu Kontroversi

Laporan dari The Indian Express menyebutkan, banyak dari mereka berdiri di rel dekat persimpangan Jaura Phatak untuk mendapat pemandangan lebih baik dan merekam video hingga akhirnya kereta menghantam mereka.

Penduduk setempat, Amit Kumar, mengakui warga kerap berada di rel saat festival berlangsung.

"Setiap tahun, orang-orang duduk di atas rel ketika perayaan berlangsung di sini," ucapnya.

Kepala Menteri Punjab, Amarinder Singh, menyebut peristiwa itu sebagai hal tragis dan akan melakukan semua upaya untuk membantu korban terluka.

Baca juga: Selundupkan Seorang Pria India Keluar Singapura, Sopir Bus Malaysia Ditahan

"Saya telah mengarahkan pemerintah distrik guna memastikan perawatan terbaik bagi mereka," katanya.

Dia menambahkan, korban akan diberikan bantuan medis secara gratis.

Status berkabung diumumkan, dengan perkantoran dan sekolah di seluruh Punjab ditutup pada Sabtu.



Close Ads X