Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/10/2018, 20:27 WIB
Agni Vidya Perdana

Penulis

Sumber AFP

ANKARA, KOMPAS.com - Pemerintah Turki membantah kabar yang menyatakan bahwa mereka telah memberikan rekaman suara terkait kasus hilangnya jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi kepada AS.

"Adalah hal yang tidak mungkin bagi Turki untuk memberikan rekaman audio apa pun kepada Pompeo atau pejabat AS lainnya," kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, pada Jumat (19/10/2018).

Beberapa hari terakhir, banyak diberitakan mengenai pemerintah Turki yang disebut memiliki rekaman suara kejadian di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, yang dapat membuktikan saat-saat terakhir Khashoggi diinterogasi, disiksa, dibunuh dan kemudian dimutilasi.

Kabar yang beredar di media Turki bahkan mengatakan bahwa rekaman suara tersebut menggambarkan saat Khashoggi disuntik zat yang membuatnya tidak bisa bersuara, juga suara yang diduga milik dokter forensik.

Namun keberadaan rekaman tersebut belum pernah dikonfirmasikan kepada pejabat Turki.

Baca juga: Turki Klaim Punya Bukti Rekaman Suara Pembunuhan Jurnalis Saudi

ABC News sempat memberitakan pada Kamis (18/10/2018), dengan mengutip sumber seorang pejabar senior Turki, bahwa Pompeo telah mendengarkan rekaman suara tersebut dan ditunjukkan transkrip rekamannya, selama kunjungannya ke Ankara.

Tetapi Pompeo membantah hal tersebut.

"Saya tidak melihat rekaman. Saya tidak melihat, atau tidak mendengar rekaman. Saya tidak melihat transkrip," ujar Pompeo.

Sebelumnya juga sempat diberitakan bahwa intelijen AS telah menerima rekaman suara tersebut.

Sementara Presiden AS Donald Trump, meminta kepada otoritas Turki untuk menyerahkan bukti rekaman suara terkait kasus Khashoggi, jika memang benar ada.

"Kami meminta bukti itu jika benar ada. Saya meragukannya. Namun mungkin ada. Mungkin ada," ujar Trump dikutip Reuters via Channel News Asia Kamis (18/10/2018).

Baca juga: Trump Minta Bukti Rekaman Jurnalis Arab Saudi yang Hilang kepada Turki

Kini, setelah banyak spekulasi yang beredar di masyarakat maupun media mengenai kasus hilangnya Khashoggi, Cavusoglu, serta pejabat Turki lainnya, akan berhenti mengungkapkan perkembangan terkait investigasi yang tengah dilakukan.

Namun dia menjanjikan akan mengungkapkan hasil penyelidikan jika telah tiba waktu yang tepat.

"Kami akan membagi hasil yang akan muncul kepada seluruh dunia. Adalah tidak mungkin bagi kami membagikan informasi ini atau itu dengan negara mana pun," ujarnya dikutip kantor berita Anadolu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com