Turki Bantah Beri Rekaman Suara Terkait Kasus Jamal Khashoggi kepada AS

Kompas.com - 19/10/2018, 20:27 WIB
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu berbicara dalam konferensi pers di Ankara, Jumat (16/2/2018). AFP/ADEM ALTANMenteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu berbicara dalam konferensi pers di Ankara, Jumat (16/2/2018).

ANKARA, KOMPAS.com - Pemerintah Turki membantah kabar yang menyatakan bahwa mereka telah memberikan rekaman suara terkait kasus hilangnya jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi kepada AS.

"Adalah hal yang tidak mungkin bagi Turki untuk memberikan rekaman audio apa pun kepada Pompeo atau pejabat AS lainnya," kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, pada Jumat (19/10/2018).

Beberapa hari terakhir, banyak diberitakan mengenai pemerintah Turki yang disebut memiliki rekaman suara kejadian di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, yang dapat membuktikan saat-saat terakhir Khashoggi diinterogasi, disiksa, dibunuh dan kemudian dimutilasi.

Kabar yang beredar di media Turki bahkan mengatakan bahwa rekaman suara tersebut menggambarkan saat Khashoggi disuntik zat yang membuatnya tidak bisa bersuara, juga suara yang diduga milik dokter forensik.

Namun keberadaan rekaman tersebut belum pernah dikonfirmasikan kepada pejabat Turki.

Baca juga: Turki Klaim Punya Bukti Rekaman Suara Pembunuhan Jurnalis Saudi

ABC News sempat memberitakan pada Kamis (18/10/2018), dengan mengutip sumber seorang pejabar senior Turki, bahwa Pompeo telah mendengarkan rekaman suara tersebut dan ditunjukkan transkrip rekamannya, selama kunjungannya ke Ankara.

Tetapi Pompeo membantah hal tersebut.

"Saya tidak melihat rekaman. Saya tidak melihat, atau tidak mendengar rekaman. Saya tidak melihat transkrip," ujar Pompeo.

Sebelumnya juga sempat diberitakan bahwa intelijen AS telah menerima rekaman suara tersebut.

Sementara Presiden AS Donald Trump, meminta kepada otoritas Turki untuk menyerahkan bukti rekaman suara terkait kasus Khashoggi, jika memang benar ada.

"Kami meminta bukti itu jika benar ada. Saya meragukannya. Namun mungkin ada. Mungkin ada," ujar Trump dikutip Reuters via Channel News Asia Kamis (18/10/2018).

Baca juga: Trump Minta Bukti Rekaman Jurnalis Arab Saudi yang Hilang kepada Turki

Kini, setelah banyak spekulasi yang beredar di masyarakat maupun media mengenai kasus hilangnya Khashoggi, Cavusoglu, serta pejabat Turki lainnya, akan berhenti mengungkapkan perkembangan terkait investigasi yang tengah dilakukan.

Namun dia menjanjikan akan mengungkapkan hasil penyelidikan jika telah tiba waktu yang tepat.

"Kami akan membagi hasil yang akan muncul kepada seluruh dunia. Adalah tidak mungkin bagi kami membagikan informasi ini atau itu dengan negara mana pun," ujarnya dikutip kantor berita Anadolu.



Sumber AFP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X