Kompas.com - 19/10/2018, 18:03 WIB

"Pemerintahan Trump adalah bagian dari masalah, bukan solusi," kata Erekat dalam sebuah pernyataan.

Sementara para pendukung pro-Israel memuji keputusan itu dengan menyebutnya sebagai penegasan sikap AS yang mengakui seluruh Yerusalem sebagai bagian dari Israel.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert membela keputusan penggabungan dan menjamin Unit Urusan Palestina yang baru di dalam kedubes di Yerusalem akan mempertahankan hubungan dengan Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem sama seperti sebelumnya.

"Kami menghargai hubungan kami dengan warga Palestina. Kami harap untuk melanjutkan kemitraan dan dialog dengan mereka, dan di masa depan, dengan kepemimpinan Palestina," ujarnya melalui akun Twitter.

Baca juga: Turki Ubah Nama Jalan di Depan Gedung Baru Kedubes AS Jadi Malcolm X

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.