Putin Sebut Ada Warga AS Disandera ISIS, Begini Respon Pentagon

Kompas.com - 19/10/2018, 17:50 WIB
Anggota Pasukan Demokratik Suriah (SDF) berjaga di dekat pusat operasi mereka di deka desa Susah, Provinsi Deir Ezzor, untuk bersiap melancarkan serangan ke wilayah kantor terakhir ISIS di Kota Hajin. AFP / DELIL SOULEIMANAnggota Pasukan Demokratik Suriah (SDF) berjaga di dekat pusat operasi mereka di deka desa Susah, Provinsi Deir Ezzor, untuk bersiap melancarkan serangan ke wilayah kantor terakhir ISIS di Kota Hajin.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pentagon merespon pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait kabar kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) menyandera 700 orang.

Sebelumnya dalam pertemuan internasional di Sochi, Putin menjelaskan terdapat warga Amerika Serikat (AS) dalam daftar sandera ISIS.

Sementara Observasi Suriah untuk HAM (SOHR) menjelaskan, terdapat juga warga negara Belgia dan Perancis dalam sandera ISIS.

Baca juga: Putin: ISIS Sandera 700 Orang, Ancam Bakal Eksekusi 10 Orang Per Hari

Presiden berusia 66 tahun itu menyebut ISIS telah mengajukan permintaan dan mengancam bakal membunuh semua sandera jika tak dipenuhi.

"Mereka mengancam bakal mengeksekusi 10 orang per hari. Mereka pernah melakukannya sebelumnya, dan bisa melakukannya lagi," ujar Putin.

Juru bicara Pentagon Komandan Sean Robertson membenarkan ISIS memang menyerang kamp pengungsi yang terletak di Deir Ezzor Jumat pekan lalu (12/10/2018).

Namun seperti dilansir Newsweek Kamis (18/10/2018), Robertson menyebut Pentagon tidak menerima informasi bahwa sandera berjumlah 700 orang.

"Kami sedikit skeptis dengan akurasi yang ditampilkan Presiden Putin. Selain itu, tidak ada informasi warga AS berada di kamp saat kejadian," jelas Robertson.

Komandan dari Angkatan Laut AS menuturkan, Washington menolak tuduhan Rusia bahwa mereka gagal mengantisipasi ancaman ISIS.

Dia menyebut AS dan koalisi pimpinannya berhasil membebaskan sekitar 99 persen wilayah di Suriah dari cengkeraman ISIS.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Newsweek
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X