Kompas.com - 19/10/2018, 15:54 WIB
Presiden AS Donald Trump memegang papan yang menunjukkan rencana penjualan berbagai senjata ke Arab Saudi saat bertemu Pangeran Mohammed bin Salam di Ruang Oval, Gedung Putih, Rabu (20/3/2018). MANDEL NGANPresiden AS Donald Trump memegang papan yang menunjukkan rencana penjualan berbagai senjata ke Arab Saudi saat bertemu Pangeran Mohammed bin Salam di Ruang Oval, Gedung Putih, Rabu (20/3/2018).
|

KOMPAS.com — Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberikan respons keras bagi Arab Saudi jika terbukti mendalangi pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Jurnalis The Washington Post itu hilang saat berkunjung ke kantor Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

Para pejabat Turki meyakini Khashoggi telah dibunuh, tetapi Saudi membantah tuduhan yang dilontarkan Ankara itu.

Baca juga: Raibnya Jamal Khashoggi dan Pertaruhan Citra Pangeran MBS

Saudi juga menegaskan, jika negara-negara Barat menerapkan sanksi, Riyadh akan membalasnya "dengan skala yang lebih berat".

Apakah akan ada sanksi terhadap Saudi? Dan apa dampak dari kasus ini terhadap hubungan Saudi dan Barat?

Berikut beberapa hal yang menjadi pertimbangan AS dan Barat jika hendak menjatuhkan sanksi terhadap Arab Saudi.

1. Kuasai cadangan minyak dunia

Saudi memiliki sekitar 18 persen cadangan minyak dunia dan merupakan eksportir minyak terbesar di dunia. Demikian data organisasi negara-negara produsen minyak OPEC.

Faktor cadangan minyak ini membuat Saudi sangat diperhitungkan di panggung internasional.

Jika AS dan negara-negara lain menerapkan sanksi, Pemerintah Saudi akan dengan mudah memangkas produksi minyak, yang dengan sendirinya akan menaikkan harga minyak secara global.

Langkah ini bisa dicegah hanya jika negara-negara lain bisa menutup pasokan minyak yang diproduksi Saudi.

Dalam tajuk rencana yang diterbitkan Minggu (14/10/2018), Turki Aldakhil, manajer Al Arabiya, stasiun televisi milik Pemerintah Saudi, mengatakan bahwa sanksi terhadap Saudi akan memicu bencana ekonomi yang imbasnya akan terasa di seluruh dunia.

Ia mengatakan, harga minyak pada kisaran 80 dollar AS per barel telah membuat Presiden Trump marah.

Baca juga: Tersangka Pembunuh Jamal Khashoggi Tewas dalam Kecelakaan di Riyadh

Dan di atas kertas, peluang kenaikan harga minyak ke kisaran 100 dollar AS atau bahkan 200 dollar AS per barel terbuka lebar.

Kenaikan harga sudah barang tentu akan memengaruhi konsumen di tingkat bawah yang membeli BBM di berbagai SPBU.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.