Ervan Hardoko
wartawan

Wartawan, peminat isu-isu luar negeri dan olahraga, meski tidak gemar berolahraga

Raibnya Jamal Khashoggi dan Pertaruhan Citra Pangeran MBS

Kompas.com - 19/10/2018, 11:21 WIB
Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman tiba di London, Inggris, Rabu (7/3/2018). (AFP/Tolga Akmen) Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman tiba di London, Inggris, Rabu (7/3/2018). (AFP/Tolga Akmen)

KOMPAS.com — Sejak ditunjuk menjadi putra mahkota Arab Saudi pada 27 Juni 2017, Pangeran Mohammed bin Salman langsung berusaha menunjukkan dirinya memiliki visi bagi masa depan negeri itu.

Salah satu pandangan pangeran berusia 32 tahun itu dituangkan dalam apa yang disebutnya sebagai "Visi 2030" yang salah satu tujuannya adalah mengurangi ketergantungan Arab Saudi terhadap minyak bumi.

Selama ini, hasil minyak bumi amat cukup untuk menghidupi Arab Saudi, tetapi setelah beberapa kali harga minyak dunia anjlok, MBSsapaan akrab sang pangeranyakin Saudi butuh pemasukan dari sektor lain.

Baca juga: Tersangka Pembunuh Jamal Khashoggi, Tewas dalam Kecelakaan di Riyadh

Untuk menumbuhkan perekonomian Saudi, negeri itu membutuhkan investasi asing dalam jumlah besar.

Namun, citra Saudi sebagai negara yang ketat dan tidak demokratis membuat banyak negara ragu untuk berbisnis di negeri itu.

Pangeran MBS paham betul citra Saudi di dunia internasional perlu dipoles agar keraguan-keraguan tersebut bisa dikikis dan suatu saat hilang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu yang sudah dilakukan MBS adalah mencabut larangan mengemudi bagi perempun Saudi yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Dia juga kemudian mengizinkan berdirinya bioskop di Saudi dan bahkan mulai menjajaki kemungkinan menjalin kerja sama dengan Hollywood.

Kedua keputusan ini, meski terbilang sederhana, amat meningkatkan citra Arab Saudi di mata dunia. Selain itu, citra MBS sebagai sosok demokratis, reformis, fleksibel, dan mengerti tuntutan zaman langsung terbangun.

Di bidang ekonomi, Pangeran MBS berniat mendirikan sebuah kota baru berfasilitas canggih. Kota yang hingga saat ini hanya disebut NEOM ini dibangun sebagai sebuah zona bebas ekonomi dan dagang internasional.

Baca juga: Raibnya Jamal Khashoggi, Seorang Jenderal Jadi Kambing Hitam

Tujuannya amat jelas, MBS ingin negerinya terlihat menjadi negara yang ramah terhadap investor internasional yang ingin menanamkan modalnya di Arab Saudi.

Tak hanya itu, untuk menunjukkan keterbukaan negeri tersebut, MBS juga berencana membuka sejumlah daerah negeri itu yang berpotensi menjadi daerah wisata semacam Sharm el-Sheik, di Mesir.

Bersambung di halaman berikutnya: Pendekatan keras

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.