Kompas.com - 18/10/2018, 12:12 WIB

TAIPEI, KOMPAS.com - Taiwan telah menggelar latihan perang selama dua hari sejak Selasa (16/10/2018). Latihan perang tersebut mensimulasikan serangan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dari China.

Latihan perang itu turut mengerahkan jet tempur, helikopter, dan sejumlah besar pasukan untuk melawan invasi oleh pesawat tempur dari kapal induk PLA, Liaoning, yang bertujuan menghancurkan pangkalan militer di pantai timur.

"Latihan selama dua hari dengan kode Joint-Electronic 107-2 ditujukan untuk menguji kesiapan tempur pasukan kami dan melihat kemampuan mereka dalam mengatasi serangan musuh dalam perang menggunakan senjata api maupun elektronik," kata pejabat militer.

Baca juga: Ini Tiga Persenjataan Militer yang Mungkin Dibeli Taiwan dari AS

Melansir dari SCMP, pejabat tersebut menjelaskan, kapal tempur pendukung, Panshi, telah ditempatkan di lepas pantai timur dan bertindak seolah-olah sebagai kapal musuh, menggunakan radar dan sistem komunikasi lainnya untuk mengganggu operasi pasukan.

Kemudian angkatan udara Taiwan meluncurkan pesawat tempur F-16 dari Pangkalan Udara Chiashan untuk mencegat jet tempur PLA dan membombardir pasukan tempur musuh.

Pejabat tersebut juga menerangkan bahwa latihan perang itu dirancang untuk memperkuat kemampuan militer dalam menahan serangan udara dan elektronik yang terkoordinasi dari PLA.

Menurut Kementerian Pertahanan Taiwan, sebelum latihan perang digelar, militer telah menguji kemampuan kapal perangnya, termasuk kapal angkatan laut Chengkung, Kidd dan Lafayette di lepas pantai Hualien.

Taiwan juga telah mengadakan sejumlah latihan militer, termasuk latihan gabungan darat dan udara pada malam peringatan hari nasional pada 9 Oktober lalu, serta dua kali latihan persiapan pada 11 dan 12 Oktober di wilayah timur.

Media setempat memperkirakan, sejumlah latihan tersebut sebagai persiapan untuk latihan gabungan berskala besar yang sedang dipersiapkan AS di Laut China Selatan dan Selat Taiwan pada November mendatang.

Sementara menurut CNN, armada Angkatan Laut Pasifik AS telah merekomendasikan serangkaian operasi di seluruh dunia selama sepekan pada  bulan November untuk menunjukkan kepada China bahwa AS siap terlibat secara militer.

Rencana tersebut secara khusus termasuk merekomendasikan pengiriman kapal dan pesawat melewati dekat wilayah perairan China di Laut China Selatan dan Selat Taiwan.

Baca juga: Bersiap Hadapi China, Taiwan Ingin Tingkatkan Anggaran Militernya

Namun Kementerian Pertahaan Taiwan menolak laporan tersebut sebagai sebatas spekulasi dan menekankan bahwa latihan militernya merupakan latihan rutin yang telah direncanakan dan dilaksanakan sesuai jadwal.

Kantor berita semi resmi Taiwan, CNA, melaporkan tujuan latihan simulasi adalah untuk mengukur kesiapan dalam peristiwa militer China menyerang Taiwan, infrastrukturnya atau pulau-pulau dan wilayah terpencil di Laut China Selatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.