Kanada Bakal Ampuni Terpidana Kasus Kepemilikan Ganja

Kompas.com - 17/10/2018, 19:02 WIB
Pemerintah Kanada telah melegalkan penjualan dan penggunaan ganja untuk tujuan rekreasional pada Rabu (17/10/2018). AFP / CHRIS ROUSSAKISPemerintah Kanada telah melegalkan penjualan dan penggunaan ganja untuk tujuan rekreasional pada Rabu (17/10/2018).

OTTAWA, KOMPAS.com - Pemerintah Kanada berencana untuk memberikan pengampunan terhadap terpidana yang dihukum penjara karena kasus kepemilikan ganja.

Langkah tersebut diambil menyusul legalisasi ganja dengan tujuan rekreasional yang mulai diberlakukan pada Rabu (17/10/2018).

Namun demikian, pengampunan hanya akan diberikan kepada terpidana untuk kasus kepemilikan ganja di bawah 30 gram, sesuai batas yang diperbolehkan.

"Pemerintah akan bergerak cepat untuk memberikan pengampunan kepada terpidana warga Kanada dengan kejahatan kepemilikan ganja di bawah 30 gram," kata seorang pejabat senior yang tak ingin disebut identitasnya, dikutip The Star.


Mengenai rincian tentang bagaimana terpidana dapat mengajukan permohonan untuk pengampunan oleh negara akan diumumkan dalam waktu dekat.

Baca juga: Hari Ini, Kanada Resmi Legalkan Ganja untuk Rekreasi

"Kami akan memberikan kepastian mengenai persyaratan tentang bagaimana ini dijalankan, langkah-langkah yang kami ambil, berapa lama waktu dibutuhkan mereka, kami akan menjelaskannya dalam beberapa hari atau pekan ke depan," tambah pejabat itu.

Kanada resmi melegalkan dan mengatur penjualan serta penggunaan ganja untuk tujuan rekreasional mulai Rabu (17/10/2018) dan menjadi negara kedua di dunia yang melegalkan ganja setelah Uruguay.

Kanada sebenarnya telah melegalkan ganja untuk medis sejak 2001. Namun Perdana Menteri Justin Trudeau mengajukan proposal agar legalisasi ditambahkan untuk ganja rekreasional.

Menurut regulasi baru tersebut, warga Kanada yang telah berusia 18 tahun akan diizinkan untuk membeli hingga 30 gram ganja. Selain itu setiap rumah tangga boleh menanam hingga empat pohon ganja.

Sedangkan untuk bentuk turunannya, seperti makanan yang memakai bahan ganja, baru akan dilegalkan tahun depan.

Trudeau mengatakan legalisasi ganja dilakukan dengan alasan agar dapat mengatur penggunannya.

"Kami melegalkan ganja bukan karena kami pikir itu baik untuk kesehatan. Kami melakukan ini karena kami tahu itu tidak baik untuk anak-anak kita," kata Trudeau.

"Kami tahun kita harus bekerja dengan lebih baik untuk melindungi anak-anak kita dan menghilangkan atau mengurangi secara besar-besaran keuntungan yang didapat kelompok penjahat," tambahnya.

Baca juga: Perdana Menteri Kanada Mengaku Pernah Merokok Ganja

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber The Star
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X