Presiden Mongolia Undang Kim Jong Un untuk Kunjungi Ulan Bator

Kompas.com - 16/10/2018, 23:45 WIB
Presiden Mongolia Khaltmaa Battulga. AFP / BYAMBASUREN BYAMBA-OCHIRPresiden Mongolia Khaltmaa Battulga.

ULAN BATOR, KOMPAS.com - Pemerintah Mongolia telah mengirimkan undangan kepada Pemimpin Korea Utara Kim Jung Un untuk berkunjung ke ibu kota negara itu.

Menurut kantor Presiden Mongolia Khaltmaa Battulga, undangan resmi telah dikirimkan ke Pyongyang pada 10 Oktober lalu. Meski demikian disampaikan, tidak ada tanggal khusus yang diajukan untuk kunjungan tersebut.

"Pemimpin Korea Utara dapat berkunjung kapan saja dia merasa nyaman," kata seorang pejabat dari kantor kepresidenan kepada AFP.

Kabar undangan dari Mongolia tersebut pertama kali dilaporkan pada Senin (15/10/2018) oleh kantor berita Korea Utara, KCNA.

Baca juga: Warga Mongolia Sumbang Uang, Perhiasan, dan Ternak demi Bayar Utang Negara

Undangan tersebut datang di tengah rencana pertemuan kedua antara Kim dengan Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya telah saling bertemu langsung di Singapura pada Juni lalu.

Mongolia juga sebelumnya diketahui menjadi salah satu negara yang menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pertemuan bersejarah itu.

Kendati demikian tidak diterangkan apakah undangan Ulan Bator kepada Pyongyang tersebut berkaitan dengan keinginan Mongolia kembali menawarkan diri sebagai tuan rumah pertemuan Kim dengan Trump.

Presiden Trump pada pekan lalu telah sempat mengatakan bahwa sudah ada tiga hingga empat opsi lokasi yang mungkin bakal dijadikan tempat pertemuan keduanya dengan Kim.

Namun Trump tidak memberi rincian lebih lanjut mengenai lokasi-lokasi tersebut atau pun tanggal pertemuan, begitu juga mengenai apakah Singapura masih menjadi salah satu pilihan.

Mongolia merupakan negara demokratis yang berada di antara China dengan Rusia dan salah satu dari sedikit negara di dunia yang memiliki hubungan baik dengan rezim Korea Utara.

Kedua negara merayakan 70 tahun hubungan diplomatik mereka pada tahun ini.

Baca juga: Tuan Rumah Pertemuan Trump-Kim Mengerucut ke Singapura dan Mongolia

Kakek Kim Jong Un, yang juga pendiri Korea Utara, Kim Il Sung telah mengunjungi Mongolia saat masih menjadi bagian dari Soviet pada 1988.

Pada Oktober 2013, presiden Mongolia saat itu, Tsakhia Elbegdorj juga sempat mampir ke Pyongyang dan menjadi kepala negara pertama yang bertemu Kim Jong Un sejak dia memimpin Korea Utara.

Sekitar 1.200 warga Korea Utara sempat tinggal dan bekerja di Mongolia hingga akhir tahun lalu, namun adanya sanksi PBB mengharuskan mereka untuk pulang ke Pyongyang.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X