Kompas.com - 16/10/2018, 21:50 WIB

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dengan tegas menolak permintaan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo untuk memberikan sebagian daftar fasilitas nuklir milik Korut.

Pernyataan itu disampaikan Kim saat bertemu kembali dengan Pompeo di Pyongyang untuk ketiga kalinya, beberapa waktu lalu.

Diplomat AS itu mengunjungi Pyongyang pada 7 Oktober dan meminta daftar sebagian inventaris fasilitas dan cadangan nuklir Korea Utara kepada Kim.

Namun Kim menolak dan mengatakan kepada Pompeo bahwa dengan tidak adanya hubungan kepercayaan antara Washington dan Pyongyang, maka AS tidak akan pernah mempercayai daftar itu, meskipun jika mereka mendapatkannya.

Demikian dikabarkan surat kabar Yomiuri Shimbun dilansir The Chosun Ilbo, Selasa (16/10/2018).

Baca juga: Kim Jong Un Ingin Paus Fransiskus Berkunjung Ke Korut

"Jika kepercayaan telah terbangun antara Utara dengan AS melalui sebuah deklarasi resmi yang mengakhiri Perang Korea, kita akan melihat perkembangan pesat yang akan memuaskan AS," kata Kim menurut sumber.

Salah satu sumber diplomatik di Korea Selatan mengatakan, Korea Utara memberi penawaran kepada Pompeo dengan sebagian verifikasi setelah menyelesaikan proses denuklirisasi jika AS mengambil langkah yang sesuai secara bertahap. Namun Pompeo menolak tawaran tersebut.

Kim juga mendesak kepada AS untuk meringankan sanksi sebagai tanggapan atas langkah-langkah yang telah diambil Korea Utara, termasuk dengan mengembalikan sisa-sisa tentara Amerika yang tewas selama Perang Korea.

Namun Pompeo membalas pernyataan Kim dengan mengatakan bahwa AS tidak dapat menyatakan secara resmi berakhirnya Perang Korea jika Pyongyang menghancurkan kompleks nuklir Yongbyon tanpa Washington terlebih dahulu memeriksa fasilitas tersebut.

Syarat penghancuran fasilitas nuklir tersebut termasuk dalam perjanjian antar-Korea yang ditandatangani pada 19 September lalu.

Pompeo menambahkan, AS akan mengambil tindakan yang dapat diterima Korea Utara jika menghancurkan atau melepaskan sebagian dari rudal balistik antarbenua mereka, termasuk sistem peluncurannya.

Kim menolak membahas masalah tersebut lebih lanjut dengan Pompeo sebelum kelompok kerjanya melakukan diskusi rincian lainnya.

Baca juga: Kim Jong Un Dilaporkan Beli Mobil Rolls-Royce Baru

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.