ISIS Sempat Rencanakan Pembunuhan Trump Saat di Filipina Tahun Lalu

Kompas.com - 16/10/2018, 16:16 WIB
Foto yang diambil pada 16 Juni 2017 ini memperlihatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dikelilingi petugas Secret Service berseragam, saat tiba di Marine One, Washington, DC.
 AFP/SAUL LOEBFoto yang diambil pada 16 Juni 2017 ini memperlihatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dikelilingi petugas Secret Service berseragam, saat tiba di Marine One, Washington, DC.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Kelompok teroris ISIS dilaporkan sempat berusaha melakukan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berada di Manila, Filipina, tahun lalu.

Akan tetapi rencana pembunuhan presiden itu dapat digagalkan oleh agen dinas rahasia AS, Secret Service.

Melansir dari Newsweek, pada November 2017 lalu, Trump turut hadir dalam konferensi tingkat tinggi ASEAN yang digelar di Manila, Filipina. Pada kesempatan itu, Trump sempat bertemu dengan Presiden Rodrigo Duterte.

Namun sebelum Trump tiba di Manila, agen Secret Service telah menangkap tersangka anggota ISIS yang merencanakan pembunuhan presiden.

Upaya percobaan pembunuhan yang gagal itu awalnya dirahasiakan, namun terungkap dalam tayangan khusus National Geographic pada Minggu (14/10/2018) lalu yang membahas tentang kiprah agen rahasia AS tersebut.

Program tayangan tersebut berjudul "United State Secret Service: On the Front Line".

Baca juga: Surat yang Dikirim ke Trump Disita, Diduga Beracun

Menurut tayangan tersebut, ancaman terhadap Trump pertama muncul di media sosial, sebelum presiden berangkat ke Manila.

Dalam sebuah akun twitter yang tak diungkapkan, terdapat twit yang bertuliskan, "Akan berada di Manila pada saat yang sama dengan Trump.. Saya akan melakukannya untuk rekan-rekan tim".

Postingan tersebut turut menyertakan foto Lee Harvey Oswald, pelaku pembunuhan Presiden John F Kennedy.

Sebelum Trump tiba di Filipina, ISIS juga merilis serangkaian video yang mengandung pesan ancaman kepada presiden.

Halaman:


Sumber Newsweek
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X