Kompas.com - 15/10/2018, 19:35 WIB

5. Kekalahan di El Alamein
Kesuksesan di Gazala hanya bertahan selama lima bulan. Di musim gugur 1942, pasukan Inggris kembali merebut Tobruk dalam perang di dekat kota Mesir El Alamein.

Kesuksesan Inggris tak lepas dari keputusan mengganti Komandan Pasukan Kedelapan dengan Bernard Montgomery pada 8 Agustus 1942.

Kiprah Rommel berakhir pada Maret 1943 ketika dia berupaya menyudutkan pasukan Montgomery di sekitar Medenine, Tunisia.

Serangan itu dilakukan Divisi Panzer Ke-10, 15, dan 20. Mendapat peringatan dari intelijen Ultra, Montgomery langsung memasang senjata anti-tank.

Sistem pertahanan Montgomery berhasil merontokkan 52 tank Rommel yang memaksanya menghentikan serangan. Jatuh sakit, dia terpaksa kembali ke Jerman.

Baca juga: Pesawat Era Perang Dunia II Jatuh, Seluruh Penumpang Tewas

6. Plot Membunuh Hitler dan Kematian
Setelah sembuh, Rommel mendapat tugas sebagai Komandan Grup B Angkatan Darat Jerman, jabatan di bawah Jenderal Besar Gerd Rundstedt.

Rommel mendapat tanggung jawab mempersiapkan pertahanan di Perancis untuk menghadapi kemungkinan serbuan Sekutu.

Saat itu, dia dipercaya mengurus sistem pertahanan Nazi yang diberi nama Dinding Atlantik. Namun, sistem itu gagal membendung Sekutu.

6 Juni 1944, Sekutu berhasil melakukan invasi setelah mendarat di Pantai Normandia, dan memperbanyak kekuatannya menjadi satu juta personel.

Baca juga: Bawa Bom Era Perang Dunia II, Turis AS Bikin Gaduh Bandara Vienna

Sadar bahwa kekalahan Jerman makin dekat, Rommel mulai berdiskusi dengan perwira lainnya soal kemungkinan mereka menyerah.

Enam minggu setelah Pendaratan Normandia, kendaraan yang ditumpangi Rommel diserang pesawat pemburu Sekutu pada 17 Juli 1944, dan menderita luka cukup parah.

Tiga hari setelahnya, terjadi sebuah insiden besar di mana Claus von Stauffenberg melancarkan Operasi Valkyrie dalam upaya membunuh Hitler.

Rencana pembunuhan yang dikenal sebagai Plot 20 Juli itu dilakukan ketika Hitler dan para perwiranya berkumpul di markas rahasia Sarang Serigala di Rastenburg, Prussia Timur.

Plot itu gagal. Von Stauffenberg serta perwira militer yang terlibat dalam upaya tersebut dijatuhi hukuman mati.

Hitler menuduh Rommel juga berniat untuk melenyapkannya sehingga dia dihadapkan pada Pengadilan Kehormatan Militer.

Hitler memberikan dua pilihan kepada Hitler yang telah dicap pengkhianat. Bunuh diri atau dipermalukan di hadapan publik.

Rommel memilih bunuh diri dengan menenggak kapsul berisi sianida pada 14 Oktober 1944 di Herrlingen dalam usia 52 tahun.

Jenazahnya dimakamkan di Herrlingen. Selama beberapa dekade, veteran Perang Afrika, termasuk mantan lawannya, bakal berkumpul di depan nisannya.

Baca juga: Diprotes Warga, Tugu Peringatan Perang Dunia II Batal Diresmikan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.