Biografi Tokoh Dunia: Erwin Rommel, Rubah Gurun Perang Dunia II

Kompas.com - 15/10/2018, 19:35 WIB
Komandan Nazi Jerman di Front Afrika, Erwin Rommel. AFP/FRANCE PRESSE VOIRKomandan Nazi Jerman di Front Afrika, Erwin Rommel.

KOMPAS.com - Erwin Rommel merupakan jenderal Nazi Jerman dengan pangkat Field Marshal (Panglima Tertinggi) saat Perang Dunia II berkecamuk.

Dia menjabat sebagai Komandan Divisi Panzer Ketujuh saat Invasi Perancis yang berlangsung pada 1940. Kemudian dia ditempatkan sebagai komandan Korps Afrika.

Kepemimpinannya saat memimpin pasukan gabungan Jerman dan Italia membuatnya disegani sebagai komandan tank terbaik, dan mendapat julukan der Wuestenfuchs atau Rubah Gurun.

Karena jasanya, Rommel dijadikan nama pangkalan militer terbesar Jerman, Barak Field Marshal Rommel di Augustdorf.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari perwira yang juga mendapat julukan "Marsekal Rakyat" tersebut.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Clare Hollingworth, Perempuan Wartawan Perang Dunia II

1. Masa Kecil dan Karir Awal di Militer
Johannes Erwin Eugen Rommel lahir di Heidenheim, sekitar 45 kilometer dari Ulm di Kerajaan Wuerttemberg, Kekaisaran Jerman pada 15 November 1891.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ayahnya, Erwin Rommel Senior, selain berprofesi sebagai guru dan pengelola sekolah, juga seorang tentara dengan pangkat Letnan di artileri.

Di usia 18 tahun, Rommel masuk militer dan ditempatkan di Resimen Infanteri Ke-124 Wuerttemberg sebagai Fahnrich atau kandidat perwira.

Di 1910, dia masuk Sekolah Kadet Perwira di Danzig, dan lulus November 1911, dan ditempatkan di Infanteri Ke-124 Weingarten sebagai Letnan.

Maret 1914, dia dipindahkan ke Ulm dan masuk Resimen Artileri Lapangan Ke-46 Korps Pasukan XIII sebagai komandan senjata berat.

Dia ditempatkan kembali ke Infanteri Ke-124 saat Perang Dunia I pecah. Di sekolah kadet, dia bertemu perempuan yang kelak jadi istrinya, Lucia Maria Mollin.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Kemoterapi, Dulu Senjata Perang Dunia I

2. Perang Dunia I
Pengalaman perang pertama Rommel didapat pada 22 Agustus 1914 sebagai komandan peleton dalam pertempuran dekat Verdun, Perancis.

Di sana Rommel mendapat kemenangan ketika dia dan tiga anak buahnya menembak garnisun Perancis yang sepertinya tidak siap menghadapi serangan dadakan.

Pendekatan perang Rommel adalah melakukan gerak cepat ke garis depan musuh dilindungi tembakan artileri, dan bergerak ke posisi sayap untuk mendapatkan momentum penyergapan.

Atas jasanya pada September 1914 hingga Januari 1915, Rommel diganjar penghargaan medali Iron Cross Kelas Kedua, dan dipromosikan sebagai Oberleutnant (Letnan Satu).

Dia dikirim ke satuan baru Batalion Gunung Kerajaan Wuerttemberg Alpenkorps pada September 1915, dan menjabat sebagai komandan kompi.

24 Oktober 1917, Batalion Gunung Wuerttemberg terlibat dalam Pertempuran Caporetto di medan Austro-Italia. Pasukan Rommel mendapat tugas merebut tiga gunung: Kolovrat, Matajur, dan Stol.

Dalam waktu 2,5 hari, Rommel dan 150 anak buahnya mampu merebut 81 senjata dan menawan 9.000 orang termasuk 150 perwira dengan korban enam pasukannya tewas.

Pada masa itu, Rommel memperkenalkan taktik infltrasi, sebuah manuver perang yang di masa ini dipakai oleh tentara manapun di dunia, dan sering disebut Blitzkrieg tanpa tank.

9 November 1917, dia memerintahkan serangan ke Longarone berkekuatan pasukan kecil, dan mampu memaksa Divisi Infanteri Pertama Italia yang berkekuatan 10.000 orang menyerah.

Atas aksinya, dia mendapat penghargaan Pour le Merite. Januari 1918, pangkatnya dinaikkan menjadi Kapten, dan dikirim ke Korps Pasukan XL!V hingga perang berakhir.

Baca juga: Veteran Perang Dunia II Wafat Dua Hari Usai Hadiri Pernikahan Cucunya

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X