Kompas.com - 15/10/2018, 15:30 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Untuk kesekian kalinya, Pemerintah Turki mengubah nama jalan yang ada di depan gedung Kedutaan Besar AS. Sebuah jalan di depan gedung baru Kedubes AS tersebut akan diganti menjadi Jalan Malcolm X.

Gedung baru Kedubes AS tersebut akan berlokasi di distrik Cukurambar, di pinggiran barat ibu kota Ankara, tepatnya di Jalan 1478.

Melansir dari The New Arab, perubahan nama jalan itu setelah melalui pertemuan oleh dewan kota Ankara dan disetujui dengan suara bulat bahwa jalan tersebut akan diberi nama Jalan Malcolm X.

Malcolm X adalah tokoh pergerakan muslim kulit hitam di AS pada akhir tahun 1950-an. Dia merupakan salah satu pemimpin dari pergerakan Nation of Islam atau NOI.

Baca juga: Turki Ubah Nama Jalan di Depan Kedubes AS di Ankara

Dia kemudian berganti nama menjadi El-Hajj Malik El-Shabazz setelah menunaikan ibadah haji.

Malcolm X dibunuh oleh sekelompok orang bersenjata yang masih memiliki kaitan dengan NOI pada 1965. Namun namanya masih diingat sebagai pahlawan oleh kaum muslim kulit hitam di AS.

Usulan perubahan nama jalan tersebut datang dari Presiden Recep Tayyip Erdogan yang sebelumnya telah bertemu dengan putri dari Malcolm X di sela pertemuan Majelis Umum PBB di New York bulan lalu.

"Saat itu Presiden Erdogan berjanji kepada anak-anak Malcolm X bahwa nama ayah mereka akan terus hidup di ibu kota Turki," kata pemerintah kota Ankara dalam pernyataannya.

Gedung baru kedutaan besar AS tersebut saat ini masih dalam proses pembangunan dan direncanakan akan rampung pada 2020.

Sedangkan gedung Kedubes AS yang beroperasi saat ini masih berada di Jalan Zeytin Dali atau Ranting Zaitun dalam bahasa Turki.

Nama jalan tersebut juga belum lama diganti pada Februari lalu, menyusul dilancarkannya operasi militer Ranting Zaitun oleh Ankara ke wilayah Suriah yang memerangi kelompok Kurdi.

Operasi militer tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran dari Washington.

Penggantian nama jalan juga sempat dilakukan Pemerintah Turki untuk jalan di depan kedubes Uni Emirat Arab, yang kini menjadi Jalan Ottoman.

Baca juga: Seorang Pria Berupaya Meledakkan Bom di Luar Kedubes AS di Mesir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.