Kanada Tambah Dana Bantuan untuk Pengungsi Palestina

Kompas.com - 14/10/2018, 20:31 WIB
Warga Palestina melintas di depan markas besar UNRWA di Gaza. Mohammed Abed / AFPWarga Palestina melintas di depan markas besar UNRWA di Gaza.

OTTAWA, KOMPAS.com - Pemerintah Kanada menambah dana bantuan yang akan disumbangkan kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina ( UNRWA) sebesar 50 juta dolar Kanada (sekitar Rp 582 miliar).

Pemberian tambahan dana bantuan tersebut akan dibagi dalam dua tahun. Pertama sebesar 40 juta Kanada (sekitar Rp 466 miliar) akan diberikan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dasar, kesehatan dan penghidupan bagi jutaan pengungsi Palestina.

"Sementara 10 juta dolar Kanada sisanya akan dipergunakan untuk menyediakan bantuan darurat bagi lebih dari 460.000 pengungsi Palestina di Suriah dan Lebanon," demikian disampaikan pemerintah Kanada dalam pernyataannya.

Baca juga: Israel Berencana Pindahkan Kantor UNRWA Keluar dari Yerusalem


Tambahan bantuan oleh pemerintah Kanada itu datang setelah AS, yang sebelumnya menjadi penyumbang terbesar bagi UNRWA, mengumumkan untuk menghentikan pemberian bantuan sebesar 350 juta dolar (Rp 5,3 triliun).

Penghentian dana bantuan dari AS tersebut telah menimbulkan kesulitan dalam operasional UNRWA, yang salah satunya berdampak pada pemangkasan jumlah staf badan PBB itu.

Sebelumnya pada 2016, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga telah membatalkan pemangkasan dana bantuan kepada Palestina yang dilakukan pemerintahan pendahulunya.

UNRWA yang didirikan pada 1950 bertujuan untuk memberi bantuan kepada pengungsi Palestina yang telah kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian mereka setelah terusir akibat Perang Timur Tengah pada 1948.

Badan PBB itu bekerja untuk memberi layanan bantuan berupa sekolah, pusat kesehatan, pendistribusian makanan bagi jutaan pengungsi Palestina yang kini tinggal di kamp-kamp penampungan di Palestina dan beberapa negara tetangga.

Namun AS dan Israel mengkritik UNRWA yang turut mengklasifikasikan keturunan pengungsi sebagai pihak yang berhak menerima bantuan sehingga beban yang ditanggung badan PBB itu semakin bertambah.

Saat ini dilaporkan terdapat 5 juta pengungsi yang dinyatakan layak menerima bantuan UNRWA, sementara AS dan Israel mendesak agar mengembalikan jumlah pengungsi kembali ke awal.

Baca juga: Pejabat Israel Sebut Tidak Ada Pengungsi Palestina di Yerusalem

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X