Turki Sebut Saudi Gagal Bekerja Sama dalam Penyelidikan Jurnalis yang Hilang - Kompas.com

Turki Sebut Saudi Gagal Bekerja Sama dalam Penyelidikan Jurnalis yang Hilang

Kompas.com - 14/10/2018, 08:38 WIB
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu berbicara dalam konferensi pers di Ankara, Jumat (16/2/2018).AFP/ADEM ALTAN Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu berbicara dalam konferensi pers di Ankara, Jumat (16/2/2018).

ANKARA, KOMPAS.com - Pejabat Turki menuduh Arab Saudi telah gagal bekerja sama dalam proses penyelidikan terhadap hilangnya seorang jurnalis di gedung konsulat di Istanbul.

Hal tersebut menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyampaikan ancaman sanksi berat jika ternyata benar jurnalis yang hilang telah dibunuh.

"Kami belum melihat adanya kerja sama untuk memastikan penyelidikan yang dilakukan berjalan lancar dan mengungkap kasus ini," kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, pada Sabtu (13/10/2018).

Penyataan Cavusoglu mengarah pada rencana penggeledahan dan pencarian fakta oleh pemerintah Turki ke dalam gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Baca juga: Trump Janjikan Hukuman jika Saudi Terbukti Bunuh Jurnalis yang Hilang

Meski permintaan untuk penggeledahan dikabarkan telah disetujui pihak konsulat maupun Riyadh, namun hal tersebut belum terlaksana karena kedua pihak yang masih berselisih mengenai persyaratan untuk tim penyelidik masuk ke gedung konsulat yang termasuk wilayah kedaulatan Saudi.

"Riyadh seharusnya membiarkan jaksa dan ahli dari Turki memasuki konsulat untuk melakukan penyelidikan mereka," kata Cavusoglu dilansir AFP.

Diberitakan media Turki, delegasi Saudi saat ini telah berada di Ankara untuk melakukan pembicaraan dan turut ambil bagian dalam tim penyelidikan yang menangani kasus hilangnya Jamal Khashoggi itu.

Khashoggi terakhir terlihat saat memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018) lalu untuk mengurus dokumen pernikahan.

Laporan hilangnya Khashoggi pertama kali diungkapkan tunangannya, Hatice Cengiz, menunggu di luar konsulat saat itu.

Hatice mengatakan, Sabtu (13/10/2018) kemarin adalah hari ulang tahun Khashoggi yang ke-60 dan dirinya sebelumnya telah merencanakan kejutan untuknya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif bin Abdulaziz mengecam tuduhan yang dilayangkan kepada kerajaan yang menyebut adanya perintah untuk membunuh Khashoggi di dalam konsulat.

"Itu tuduhan dan kebohongan tanpa dasar," kata Pangeran Abdulaziz.

Saudi, kata Pangeran Abdulaziz, selalu mematuhi peraturan internasional dan siap bekerja sama untuk menjernihkan permasalahan tersebut.

Baca juga: Menteri Saudi: Tuduhan Kami Membunuh Jurnalis di Turki Bohong


Close Ads X