Kompas.com - 14/10/2018, 08:38 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Pejabat Turki menuduh Arab Saudi telah gagal bekerja sama dalam proses penyelidikan terhadap hilangnya seorang jurnalis di gedung konsulat di Istanbul.

Hal tersebut menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyampaikan ancaman sanksi berat jika ternyata benar jurnalis yang hilang telah dibunuh.

"Kami belum melihat adanya kerja sama untuk memastikan penyelidikan yang dilakukan berjalan lancar dan mengungkap kasus ini," kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, pada Sabtu (13/10/2018).

Penyataan Cavusoglu mengarah pada rencana penggeledahan dan pencarian fakta oleh pemerintah Turki ke dalam gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Baca juga: Trump Janjikan Hukuman jika Saudi Terbukti Bunuh Jurnalis yang Hilang

Meski permintaan untuk penggeledahan dikabarkan telah disetujui pihak konsulat maupun Riyadh, namun hal tersebut belum terlaksana karena kedua pihak yang masih berselisih mengenai persyaratan untuk tim penyelidik masuk ke gedung konsulat yang termasuk wilayah kedaulatan Saudi.

"Riyadh seharusnya membiarkan jaksa dan ahli dari Turki memasuki konsulat untuk melakukan penyelidikan mereka," kata Cavusoglu dilansir AFP.

Diberitakan media Turki, delegasi Saudi saat ini telah berada di Ankara untuk melakukan pembicaraan dan turut ambil bagian dalam tim penyelidikan yang menangani kasus hilangnya Jamal Khashoggi itu.

Khashoggi terakhir terlihat saat memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018) lalu untuk mengurus dokumen pernikahan.

Laporan hilangnya Khashoggi pertama kali diungkapkan tunangannya, Hatice Cengiz, menunggu di luar konsulat saat itu.

Hatice mengatakan, Sabtu (13/10/2018) kemarin adalah hari ulang tahun Khashoggi yang ke-60 dan dirinya sebelumnya telah merencanakan kejutan untuknya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif bin Abdulaziz mengecam tuduhan yang dilayangkan kepada kerajaan yang menyebut adanya perintah untuk membunuh Khashoggi di dalam konsulat.

"Itu tuduhan dan kebohongan tanpa dasar," kata Pangeran Abdulaziz.

Saudi, kata Pangeran Abdulaziz, selalu mematuhi peraturan internasional dan siap bekerja sama untuk menjernihkan permasalahan tersebut.

Baca juga: Menteri Saudi: Tuduhan Kami Membunuh Jurnalis di Turki Bohong

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.