Penasihat AS Janjikan Pendekatan Lebih Tegas kepada China

Kompas.com - 13/10/2018, 20:04 WIB
Penasihat Keamanan Amerika Serikat yang baru, John Bolton.AP Photo/Alex Brandon Penasihat Keamanan Amerika Serikat yang baru, John Bolton.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat ( AS) John Bolton menuturkan, AS bakal mengambil pendekatan yang lebih tegas untuk menghadapi China.

Dilansir Reuters via Straits Times Sabtu (13/10/2018), Bolton berujar pemerintahan Presiden Donald Trump yakin China telah terlalu lama mereguk untung dari peraturan internasional.

Dia menjelaskan tidak ada pemimpin AS yang cukup berani menentangnya. "Kini masa tersebut telah usai," tegas Bolton dalam wawancara dengan Hugh Hewitt Show.

Baca juga: Pria China Didakwa Lakukan Spionase Ekonomi di AS


Penasihat berumur 69 tahun itu berkata, Trump telah mencanangkan China sebagai "isu utama abad ini", dan membuat pendekatan yang "membingungkan" Beijing.

Bolton menuturkan China kaget karena belum pernah berhadapan dengan Presiden AS yang tegas sebelumnya.

"Saya pikir perilaku mereka (China) harus diredam baik di area perdagangan, politik, militer, maupun perdagangan," terang Bolton.

Komentar Bolton terjadi setelah perseteruan AS dengan China memasuki babak baru selain perang dagang. Antara lain menuduh Beijing mencoba mengintervensi pemilihan legislatif November nanti.

Mantan Duta Besar AS untuk PBB itu juga mengkritik manuver kapal perang China yang dinilai berbahaya ketika mencegat kapal perusak AS di Laut China Selatan.

Sebelumnya di 30 September, kapal perusak USS Decatur dicegat kapal perusak China Lanzhou di kawasan Kepulauan Spratly.

Lanzhou dilaporkan berjarak 41 meter di haluan kiri Decatur yang memaksa mereka untuk mengubah haluan. Para pakar menyebut keduanya bisa bertabrakan.

Dalam pernyataannya, Bolton menyebut aksi Lanzhou berbahaya, dan menegaskan komitmen AS untuk menjaga jalur perairan internasional tetap terbuka.

"Ini adalah sesuatu yang harus dipahami China," katanya yang menambahkan, sekutu AS seperti Inggris dan Australia juga berlayar di Laut China Selatan.

"Mereka harus paham bahwa mereka tidak berkuasa secara penuh di sana. Kawasan itu bukanlah provinsi China sampai kapan pun," tegas dia.

Dia menyatakan AS bisa saja mengeksploitasi sumber daya mineral di Laut China Selatan dengan atau tanpa bantuan China tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Baca juga: Foto Ungkap Kapal Perang AS Ditempel Ketat Kapal Perang China



Terkini Lainnya

Pemerintah Meksiko Bakal Lelang Mobil Mewah yang Disita dari Penjahat

Pemerintah Meksiko Bakal Lelang Mobil Mewah yang Disita dari Penjahat

Internasional
Washington Legalkan Pengomposan Jenazah Manusia

Washington Legalkan Pengomposan Jenazah Manusia

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perempuan Korut Dijual di China | Pernyataan Pendiri Huawei

[POPULER INTERNASIONAL] Perempuan Korut Dijual di China | Pernyataan Pendiri Huawei

Internasional
Beli Nomor Cantik Seharga Rp 41 Juta, Hidup Pria Ini Justru Sengsara

Beli Nomor Cantik Seharga Rp 41 Juta, Hidup Pria Ini Justru Sengsara

Internasional
Perang Sipil Bikin Warga Suriah Berhemat Saat Ramadhan

Perang Sipil Bikin Warga Suriah Berhemat Saat Ramadhan

Internasional
PM India Beri Selamat ke Presiden Jokowi Pakai Bahasa Indonesia

PM India Beri Selamat ke Presiden Jokowi Pakai Bahasa Indonesia

Internasional
Sadar dari Mabuk, Pria Ini Dapati Penisnya Sudah Dipotong

Sadar dari Mabuk, Pria Ini Dapati Penisnya Sudah Dipotong

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Biografi Tokoh Dunia: Cixi, Permaisuri Kontroversial di China

Internasional
Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Slovenia Buka Pendaftaran sebagai Mata-mata

Internasional
Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Iran Tak Bakal Bernegosiasi dengan Trump, kecuali...

Internasional
Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Internasional
Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Internasional
Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Mahathir Ucapkan Selamat kepada Presiden Jokowi atas Kemenangan di Pemilu 2019

Internasional
Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Internasional
Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Internasional

Close Ads X