Menteri Saudi: Tuduhan Kami Membunuh Jurnalis di Turki Bohong - Kompas.com

Menteri Saudi: Tuduhan Kami Membunuh Jurnalis di Turki Bohong

Kompas.com - 13/10/2018, 09:48 WIB
Massa demonstran menuntut pembebasan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang dikabarkan hilang sejak memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018).AFP / OZAN KOSE Massa demonstran menuntut pembebasan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang dikabarkan hilang sejak memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018).

RIYADH, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi angkat bicara mengenai tuduhan bahwa mereka membunuh jurnalis yang dilaporkan menghilang di Istanbul, Turki, pekan lalu.

Dilansir AFP Sabtu (13/10/2018), Menteri Dalam Negeri Pangeran Abdel Aziz bin Saud bin Nayef memaparkan, tuduhan tersebut tidak didasarkan pada data.

Baca juga: Turki Klaim Punya Bukti Rekaman Suara Pembunuhan Jurnalis Saudi

"Tudingan bahwa kami membunuh Jamal Khashoggi itu bohong," ucap Pangeran Abdel Aziz kepada media Saudi Press Agency.

Saudi, kata Pangeran Abdel, selalu mematuhi peraturan internasional dan siap bekerja sama untuk menjernihkan permasalahan tersebut.

Sebelumnya, Khashoggi dilaporkan hilang pada 2 Oktober ketika hendak mengurus dokumen pernikahannya dengan si tunangan, Hatice Cengiz, di Konsulat Saudi Istanbul.

Pihak Saudi bersikukuh bahwa Khashoggi telah keluar dari gedung dengan selamat. Namun pernyataan berbeda disampaikan pejabat anonim Turki.

Pejabat tersebut menjelaskan Khashoggi dilaporkan disiksa dan dibunuh 15 orang, di mana salah satunya merupakan pakar forensik yang bertugas memutilasi jenazahnya.

Otoritas Ankara mengklaim telah mendapatkan rekaman suara bahwa Khashoggi dibunuh. Sementara Presiden Recep Tayyip Erdogan juga memberikan kritikan.

Pasalnya, klaim Saudi yang menyatakan bahwa kamera pengawas tak berfungsi di hari Khashoggi dikabarkan menghilang disebut Erdogan tak masuk akal.

Kasusnya membuat Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump berkomentar dengan menyatakan dia telah menginstruksikan dilakukannya penyelidikan.

Presiden 72 tahun itu melontarkan komentar karena Khashoggi merupakan kontributor media Negeri "Paman Sam" The Washington Post.

Khashoggi, yang notabene mantan penasihat pemerintah, melarikan diri dari Saudi dan tinggal di Amerika Serikat (AS) sejak September 2017.

Dalam ulasannya di The Post, jurnalis berumur 59 tahun itu acap mengkritik kebijakan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman maupun keterlibatan Saudi di Yaman.

Baca juga: Kasus Jurnalis Menghilang, Erdogan: Alasan Saudi Tak Masuk Akal


Close Ads X