Intelijen AS Terima Bukti Rekaman Suara Pembunuhan Jurnalis Saudi

Kompas.com - 12/10/2018, 20:38 WIB
Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. AFP/MOHAMMED AL-SHAIKHJurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

ANKARA, KOMPAS.com - Pejabat intelijen Amerika Serikat ( AS) mengaku telah melihat video dan mendengarkan rekaman suara pembunuhan jurnalis Arab Saudi.

Dilaporkan The Washington Post via The Independent Jumat (12/10/2018), rekaman itu memperlihatkan momen sebelum dan saat Jamal Khashoggi dibunuh.

Baca juga: Turki Klaim Punya Bukti Rekaman Suara Pembunuhan Jurnalis Saudi

Khashoggi, kontributor The Post, dilaporkan menghilang setelah dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu.

Sumber dari agen rahasia AS menuturkan, suara yang terdengar dari dalam gedung menunjukkan momen ketika Khashoggi memasuki ruangan.

"Kami bisa mendengar ada orang yang berbicara Arab. Terdengar suaranya diinterogasi, disiksa, sebelum kemudian dibunuh," ujar sumber tersebut.

Jurnalis berusia 59 tahun itu dilaporkan dibunuh oleh 15 orang, di mana salah satunya merupakan pakar forensik yang bertugas memutilasi jenazahnya.

Riyadh telah mengirimkan tim yang dilaporkan dipimpin Pangeran Khalid al-Faisal untuk bertemu Turki dan membicarakan kasus hilangnya Khashoggi.

"Tim gabungan Saudi dan Turki bakal dibentuk untuk menyelidiki kasus Jamal dari segala aspek," terang juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin.

Khashoggi, yang notabene mantan penasihat pemerintah, melarikan diri dari Saudi dan tinggal di Amerika Serikat (AS) sejak September 2017.

Dalam ulasannya di The Post, jurnalis berumur 59 tahun itu acap mengkritik kebijakan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman maupun keterlibatan Saudi di Yaman.

Kasusnya menuai reaksi AS di mana Presiden Donald Trump mendesak Riyadh untuk memberi penjelasan. Bahkan, dia menyatakan bakal menggelar investigasi.

Meski begitu, Trump menuturkan dia tidak akan menangguhkan kesepakatan penjualan persenjataan kepada negara kaya minyak tersebut.

Ucapan Trump mendapat respon anggota Senat AS baik dari Partai Demokrat maupun Republik yang menyatakan bakal memblokir kesepakatan tersebut.

Baca juga: Trump Umumkan Investigasi Jurnalis Saudi yang Menghilang, tapi...

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Internasional
Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X