Selain Oktoberfest, Inilah 5 Festival Unik di Dunia

Kompas.com - 12/10/2018, 16:48 WIB
Festifal Up Helly Aa Fire Skotlandia shetlandFestifal Up Helly Aa Fire Skotlandia

KOMPAS.com - Sebuah festival biasanya diselenggarakan untuk memperingati suatu hal atau peristiwa. Karena penduduk dunia terdiri dari berbagai macam ras, suku dan budaya, tak heran jika ada beraneka macam festival di muka bumi.

Festival biasanya diadakan pada hari, bulan atau bahkan tahun tertentu.

Ada juga yang dilakukan secara rutin dari tahun ke tahun. Ini misalnya Oktoberfest di Munich, Jerman, yang selalu diadakan setiap 12 Oktober untuk memperingati pernikahan raja.

Kini Oktoberfest menjelma menjadi festival yang terkenal sebagai pesta rakyat yang banyak diadopsi oleh negara dari berbagai belahan dunia.


Selain Oktoberfest, terdapat beberapa festival unik yang ada di dunia, simak berikut

1. Up Helly Aa

Prajurit pengiring mengelilingi kapal nagashetland.org Prajurit pengiring mengelilingi kapal naga

Ini merupakan festival unik yang dilaksanakan di Skotlandia sebagai perayaan hari jadi negara itu. Awal pelaksanaannya dimulai pada 1880.

Pelaksanaan festival ini dilaksanakan pada awal tahun atau Januari. Pada malam Up Helly Aa Day, hampir 1.000 pria yang berpakaian kostum prajurit dalam kelompok mengelilingi kota sambil membawa simbol api, baik itu lilin atau obor.

Mereka juga mengarak kapal naga dengan gaya Viking keliling kota, disertai penerangan yang bersumber dari api obor. Para pengawal mengelilingi kapal naga dan meledakkan roket beserta peniupan terompet.

Para perempuan memainkan peran besar dalam festival ini, yaitu sebagai penggerak. Mereka mempersiapkan aula untuk pertemuan dan dan persiapan katering makanan untuk laki-laki yang bertugas sebagai prajurit.

2. Battle of Orange
Saling melempar jerukdailymail.co.uk Saling melempar jeruk

Bagi Anda yang suka memakan jeruk, pasti akan sangat menyayangkan sebuah festival yang dilakukan di Kota Ivrea, Italia, ini.

Setiap Februari diselenggarakan peperangan jeruk. Buah jeruk dijadikan senjata untuk dilemparkan ke musuh.

Tradisi ini untuk mengingat pemberontakan pada abad pertengahan ketika penduduk Kota Ivrea menggulingkan kekuasaan tiran.

Dilansir dari Britannica.com, ketika festival itu berlangsung, sebuah gerobak yang ditarik kuda membawa jeruk. Kemudian, seseorang yang mewakili pihak tiran menuju pusat kota yang telah dipenuhi oleh gerombolan orang berbaju oranye.

Kerumunan orang itu lantas melempari sosok tiran yang berada di atas kuda dengan jeruk secara bersama-sama.

3. La Tomatina

Suasana ketike perang buah tomat Suasana ketike perang buah tomat
Seperti halnya Italia, Spanyol juga memiliki festival "perang buah". Bedanya, buah yang digunakan adalah tomat.

Festival ini bermula pada 1945 yang diawali oleh pertikaian antar-kelompok pemuda yang akhirnya bisa didamaikan.

Dilansir dari Britannica.com, keseruan melempar tomat dijadikan ajang promosi wisata daerah setempat. Atraksi saling lempar melempar buah tomat menjadi pemikat wisatawan mendatangi festival ini.

4. Dia De Los Muertos

Dia De Los Muertos atau Day of the Dead di Meksiko.KKday Image Resources Dia De Los Muertos atau Day of the Dead di Meksiko.
Festival ini diselenggarakan di Meksiko. Hampir mirip dengan Halloween, para peserta ikut berdandan menyerupai arwah.

Wajah mereka dicat warna putih, sesuai dengan sosok yang diinginkan.

Dalam perayaan tersebut, mereka membersihkan makam, menghiasi, dan memberikan persembahan ke para arwah.

Festival yang dirayakan pada bulan November ini berasal dari Meksiko, tapi juga bisa disaksikan di beberapa daerah di Amerika Serikat, Spanyol dan beberapa negara Amerika Selatan.

Festival ini untuk menghormati kematian dari sanak keluarga maupun teman. Karena antusiasme dari masyarakat yang mengikuti festival ini, maka pemerintah menyatakannya sebagai hari libur nasional.

Dia De Los Muertes kemudian semakin dikenal setelah menjadi latar belakang cerita dalam film Coco (2017) yang digarap Pixar.

5. Songkran Water

Anak-anak menciprat gajah dengan air untuk merayakan festival air SongkranCHAIWAT SUBPRASOM Anak-anak menciprat gajah dengan air untuk merayakan festival air Songkran

Festifal ini dilakukan sebagai pertanda hari-hari paling panas di Thailand. Dilansir dari South China Morning Post, sorak-sorai terdengar ketika kerumunan orang melempar air satu sama lain.

Mereka merayakannya dengan saling melempar air, senapan air, balon berisi air, selang dan apa saja yang berbau air. Festival ini juga menggunakan gajah untuk menyemburkan air melalui belalainya ke peserta.

Uniknya, wajah dari masing-masing peserta juga diolesi menggunakan kapur dan mentol sebagai pertanda keberuntungan.

Perayaan yang dilaksanakan pada bulan april ini sebagai salah satu perayaan terbesar di negara itu.

.

.

.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X