Selain Oktoberfest, Inilah 5 Festival Unik di Dunia

Kompas.com - 12/10/2018, 16:48 WIB
Suasana ketike perang buah tomat Suasana ketike perang buah tomat

Kerumunan orang itu lantas melempari sosok tiran yang berada di atas kuda dengan jeruk secara bersama-sama.

3. La Tomatina

Seperti halnya Italia, Spanyol juga memiliki festival "perang buah". Bedanya, buah yang digunakan adalah tomat.

Festival ini bermula pada 1945 yang diawali oleh pertikaian antar-kelompok pemuda yang akhirnya bisa didamaikan.

Dilansir dari Britannica.com, keseruan melempar tomat dijadikan ajang promosi wisata daerah setempat. Atraksi saling lempar melempar buah tomat menjadi pemikat wisatawan mendatangi festival ini.

4. Dia De Los Muertos

Dia De Los Muertos atau Day of the Dead di Meksiko.KKday Image Resources Dia De Los Muertos atau Day of the Dead di Meksiko.
Festival ini diselenggarakan di Meksiko. Hampir mirip dengan Halloween, para peserta ikut berdandan menyerupai arwah.

Wajah mereka dicat warna putih, sesuai dengan sosok yang diinginkan.

Dalam perayaan tersebut, mereka membersihkan makam, menghiasi, dan memberikan persembahan ke para arwah.

Festival yang dirayakan pada bulan November ini berasal dari Meksiko, tapi juga bisa disaksikan di beberapa daerah di Amerika Serikat, Spanyol dan beberapa negara Amerika Selatan.

Festival ini untuk menghormati kematian dari sanak keluarga maupun teman. Karena antusiasme dari masyarakat yang mengikuti festival ini, maka pemerintah menyatakannya sebagai hari libur nasional.

Dia De Los Muertes kemudian semakin dikenal setelah menjadi latar belakang cerita dalam film Coco (2017) yang digarap Pixar.

5. Songkran Water

Anak-anak menciprat gajah dengan air untuk merayakan festival air SongkranCHAIWAT SUBPRASOM Anak-anak menciprat gajah dengan air untuk merayakan festival air Songkran

Festifal ini dilakukan sebagai pertanda hari-hari paling panas di Thailand. Dilansir dari South China Morning Post, sorak-sorai terdengar ketika kerumunan orang melempar air satu sama lain.

Mereka merayakannya dengan saling melempar air, senapan air, balon berisi air, selang dan apa saja yang berbau air. Festival ini juga menggunakan gajah untuk menyemburkan air melalui belalainya ke peserta.

Uniknya, wajah dari masing-masing peserta juga diolesi menggunakan kapur dan mentol sebagai pertanda keberuntungan.

Perayaan yang dilaksanakan pada bulan april ini sebagai salah satu perayaan terbesar di negara itu.

.

.

.

Halaman:


Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X